Kebakaran di Makassar Capai 317 Kasus, Lampaui Catatan Tahun 2025

SulawesiPos.com – Kasus kebakaran di Kota Makassar telah mencapai 317 kejadian hingga awal Oktober 2026.

Angka tersebut sudah melampaui jumlah kasus kebakaran yang tercatat sepanjang 2025, meski masih berada di bawah angka tertinggi dalam lima tahun terakhir yang terjadi pada 2023 dengan 395 kejadian.

Kepala Bidang Pemadaman Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, mengatakan jumlah kasus kebakaran pada 2026 tercatat cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini memang cukup signifikan jika kita membandingkan dari tahun 2025,” bebernya kepada SulawesiPos.com, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan catatan Damkarmat Makassar, sebanyak 315 kasus terjadi sejak 1 Januari hingga September 2026.

Jumlah tersebut kemudian bertambah dua kasus dari kejadian kebakaran pada 2 Oktober 2026 sehingga totalnya mencapai 317 kejadian.

Cakrawala menjelaskan, kebakaran di Makassar dipengaruhi berbagai faktor. Kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, sementara kelalaian manusia juga dapat menjadi pemicu.

Untuk kebakaran rumah dan bangunan, instalasi listrik disebut menjadi salah satu faktor yang dominan.

BACA JUGA:  Wali Kota Makassar Tinjau Korban Kebakaran Tallo, BPBD Pastikan Bantuan Disalurkan Berdasarkan Asesmen

Namun, Damkarmat tidak menjadikan keterangan tersebut sebagai data definitif mengenai penyebab kebakaran karena penentuan penyebab secara resmi menjadi kewenangan pihak kepolisian.

“Untuk skala rumah dan bangunan, hampir sebagian besar karena instalasi listrik, tapi yang bisa mengeluarkan data ini yang lebih layak mengeluarkan adalah pihak kepolisian,” katanya.

Sementara pada kebakaran lahan, aktivitas manusia seperti pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan dapat memicu api meluas.

“Adapun kebakaran lahan bisa terjadi karena pemicunya akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan oleh seseorang,” ujarnya.

Selain itu, kebakaran pada lahan kosong juga dapat dipicu oleh kondisi tertentu di sekitar area parkir.

Cakrawala mengungkapkan, pantulan cahaya matahari dari kaca kendaraan dapat terfokus pada satu titik sehingga menghasilkan panas berlebih dan berpotensi memicu api.

Kebakaran Terjadi di Hampir Seluruh Wilayah Makassar

Damkarmat Makassar tidak menetapkan satu wilayah tertentu sebagai kawasan yang paling rentan terhadap kebakaran.

Sebab, kejadian kebakaran tercatat terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk kawasan kecamatan kepulauan.

BACA JUGA:  Ledakan Tabung Gas Picu Kebakaran Rumah Laundry di Rappocini, Satu Pekerja Luka Bakar

Meski demikian, kawasan dengan permukiman yang padat menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian karena kepadatan bangunan dan aktivitas warga dapat meningkatkan risiko ketika kebakaran terjadi.

Dengan total 317 kejadian hingga awal Oktober, jumlah kasus kebakaran Makassar pada 2026 berpotensi dapat bertambah akibat cuaca ekstrem.

Dalam lima tahun terakhir, catatan tertinggi terjadi pada 2023 dengan 395 kejadian.

SulawesiPos.com – Kasus kebakaran di Kota Makassar telah mencapai 317 kejadian hingga awal Oktober 2026.

Angka tersebut sudah melampaui jumlah kasus kebakaran yang tercatat sepanjang 2025, meski masih berada di bawah angka tertinggi dalam lima tahun terakhir yang terjadi pada 2023 dengan 395 kejadian.

Kepala Bidang Pemadaman Damkarmat Makassar, Andi Muhammad Cakrawala, mengatakan jumlah kasus kebakaran pada 2026 tercatat cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Ini memang cukup signifikan jika kita membandingkan dari tahun 2025,” bebernya kepada SulawesiPos.com, Jumat (2/10/2026).

Berdasarkan catatan Damkarmat Makassar, sebanyak 315 kasus terjadi sejak 1 Januari hingga September 2026.

Jumlah tersebut kemudian bertambah dua kasus dari kejadian kebakaran pada 2 Oktober 2026 sehingga totalnya mencapai 317 kejadian.

Cakrawala menjelaskan, kebakaran di Makassar dipengaruhi berbagai faktor. Kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran, sementara kelalaian manusia juga dapat menjadi pemicu.

Untuk kebakaran rumah dan bangunan, instalasi listrik disebut menjadi salah satu faktor yang dominan.

BACA JUGA:  Satu Rumah di Bontoduri Hangus Terbakar, Damkarmat Kerahkan 14 Armada

Namun, Damkarmat tidak menjadikan keterangan tersebut sebagai data definitif mengenai penyebab kebakaran karena penentuan penyebab secara resmi menjadi kewenangan pihak kepolisian.

“Untuk skala rumah dan bangunan, hampir sebagian besar karena instalasi listrik, tapi yang bisa mengeluarkan data ini yang lebih layak mengeluarkan adalah pihak kepolisian,” katanya.

Sementara pada kebakaran lahan, aktivitas manusia seperti pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan dapat memicu api meluas.

“Adapun kebakaran lahan bisa terjadi karena pemicunya akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan oleh seseorang,” ujarnya.

Selain itu, kebakaran pada lahan kosong juga dapat dipicu oleh kondisi tertentu di sekitar area parkir.

Cakrawala mengungkapkan, pantulan cahaya matahari dari kaca kendaraan dapat terfokus pada satu titik sehingga menghasilkan panas berlebih dan berpotensi memicu api.

Kebakaran Terjadi di Hampir Seluruh Wilayah Makassar

Damkarmat Makassar tidak menetapkan satu wilayah tertentu sebagai kawasan yang paling rentan terhadap kebakaran.

Sebab, kejadian kebakaran tercatat terjadi di hampir seluruh wilayah Kota Makassar, termasuk kawasan kecamatan kepulauan.

BACA JUGA:  Listrik Padam, Lilin Diduga Picu Kebakaran Tiga Rumah di Jalan Bonto Lanra Makassar

Meski demikian, kawasan dengan permukiman yang padat menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian karena kepadatan bangunan dan aktivitas warga dapat meningkatkan risiko ketika kebakaran terjadi.

Dengan total 317 kejadian hingga awal Oktober, jumlah kasus kebakaran Makassar pada 2026 berpotensi dapat bertambah akibat cuaca ekstrem.

Dalam lima tahun terakhir, catatan tertinggi terjadi pada 2023 dengan 395 kejadian.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru