Golkar Sulsel Selenggarakan Diskusi Politik Bahas Masa Depan Daerah dan Regenerasi Kader

Ia menyoroti proses regenerasi kepemimpinan Golkar yang semakin memberi ruang bagi anak muda, termasuk di tingkat daerah.

“Ketua umum kita sekarang ini masih muda. Ini membuktikan bahwa Golkar memberi ruang besar bagi generasi muda untuk memimpin, termasuk kader-kader dari daerah,” kata Muhidin.

Muhidin juga mengajak kader muda Golkar untuk terus meningkatkan kapasitas, loyalitas, dan kontribusi nyata bagi partai serta masyarakat luas.

“Golkar punya doktrin karya dan kekaryaan. Kita tidak berpolitik hanya untuk menjelekkan pihak lain, tetapi mencari solusi terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, gaya politik Golkar lebih menekankan pada kerja konkret melalui komisi dan forum-forum internal DPR.

“Kalau mau berdebat, mari kita berdebat di pansus, panja, atau rapat-rapat komisi. Di situlah kemampuan kita diuji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tuturnya.

Ia mengaku bangga dengan antusiasme generasi muda yang hadir dalam diskusi tersebut dan berharap forum ini melahirkan pemimpin-pemimpin daerah di masa depan.

BACA JUGA: 
Rebut Kembali Kejayaan: Strategi "Mesin Tua" Golkar Sulsel Menghadapi Gempuran Kompetitor

“Saya yakin, suatu saat nanti, ada di antara adik-adik di sini yang akan menjadi pemimpin di daerah ini. Karena itu, persiapkan diri sejak dini,” katanya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar Sulsel sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan dan politik Sulawesi Selatan ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid dan Lukman B Kady, serta jajaran pengurus Partai Golkar dan AMPI Sulsel.

Ia menyoroti proses regenerasi kepemimpinan Golkar yang semakin memberi ruang bagi anak muda, termasuk di tingkat daerah.

“Ketua umum kita sekarang ini masih muda. Ini membuktikan bahwa Golkar memberi ruang besar bagi generasi muda untuk memimpin, termasuk kader-kader dari daerah,” kata Muhidin.

Muhidin juga mengajak kader muda Golkar untuk terus meningkatkan kapasitas, loyalitas, dan kontribusi nyata bagi partai serta masyarakat luas.

“Golkar punya doktrin karya dan kekaryaan. Kita tidak berpolitik hanya untuk menjelekkan pihak lain, tetapi mencari solusi terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurutnya, gaya politik Golkar lebih menekankan pada kerja konkret melalui komisi dan forum-forum internal DPR.

“Kalau mau berdebat, mari kita berdebat di pansus, panja, atau rapat-rapat komisi. Di situlah kemampuan kita diuji untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” tuturnya.

Ia mengaku bangga dengan antusiasme generasi muda yang hadir dalam diskusi tersebut dan berharap forum ini melahirkan pemimpin-pemimpin daerah di masa depan.

BACA JUGA: 
Rebut Kembali Kejayaan: Strategi "Mesin Tua" Golkar Sulsel Menghadapi Gempuran Kompetitor

“Saya yakin, suatu saat nanti, ada di antara adik-adik di sini yang akan menjadi pemimpin di daerah ini. Karena itu, persiapkan diri sejak dini,” katanya.

Diskusi ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar Sulsel sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan dan politik Sulawesi Selatan ke depan.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina, anggota Fraksi Golkar DPRD Sulsel Kadir Halid dan Lukman B Kady, serta jajaran pengurus Partai Golkar dan AMPI Sulsel.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru