SulawesiPos.com – Nama Pau Cubarsi menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan setelah Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026.
Bek berusia 19 tahun itu tidak hanya membantu La Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada final di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, Senin, 20 Juli 2026, tetapi juga dinobatkan sebagai Best Young Player berkat penampilan konsistennya sepanjang turnamen.
Di balik pencapaian itu, perjalanan Cubarsi jauh dari kesan mewah. Ia lahir pada 22 Januari 2007 di Bescano, Girona, lalu dibesarkan di Estanyol, desa kecil di Provinsi Girona yang penduduknya bahkan tidak sampai 200 orang.
Lingkungannya sederhana, hanya beberapa rumah batu, satu restoran, dan bengkel kayu milik keluarganya.
Latar itulah yang membuat kisah Cubarsi cepat menyita perhatian publik.
Tak banyak yang membayangkan anak dari desa sekecil itu kelak berdiri di panggung terbesar sepak bola dunia, mengangkat trofi Piala Dunia bersama Spanyol, lalu pulang dengan penghargaan pemain muda terbaik turnamen.
Bakat Cubarsi Sudah Terlihat Sejak Kecil
Perjalanan sepak bolanya dimulai di akademi Girona sebelum bergabung dengan La Masia, akademi FC Barcelona, pada 2018.
Dari sana, perkembangan Cubarsi melesat cepat hingga ia menembus tim utama Barcelona pada usia 17 tahun dan segera dikenal sebagai bek muda yang matang dalam membaca permainan.
FIFA juga pernah mengangkat kisah masa kecilnya lewat wawancara dengan pelatih pertamanya.
Sang pelatih mengatakan kemampuan Cubarsi sudah menonjol sejak dini.
“Dia sudah melakukan apa yang dia lakukan sekarang. Dia benar-benar menonjol. Dengan bola, dia bisa melakukan apa saja dan melewati siapa pun,” demikian kutipan wawancara yang dipublikasikan FIFA.
Bakat itu kemudian berkembang menjadi kualitas yang lebih lengkap.
Selain kuat dalam duel bertahan, Cubarsi dikenal tenang saat menguasai bola dan piawai membangun serangan dari lini belakang, dua hal yang membuatnya cepat dipercaya di level elite.
Dipuji karena Kedewasaan Bermain
Perkembangan Cubarsi juga mendapat pujian dari mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez.
Menurut Xavi, bek muda tersebut memiliki kualitas yang sangat langka untuk pemain seusianya.
“Pau Cubarsi adalah bek yang paling baik dalam memainkan bola yang kami miliki. Sangat luar biasa melihatnya bermain, padahal usianya masih sangat muda,” kata Xavi.
Pujian itu terasa relevan di Piala Dunia 2026. Cubarsi tampil sebagai pilihan utama di jantung pertahanan Spanyol dan ikut menjaga kestabilan lini belakang tim juara, termasuk saat meredam tekanan Argentina pada partai final.
Jadi Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026
Penampilan impresif sepanjang turnamen membuat FIFA menganugerahinya penghargaan Best Young Player atau Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026.
Pada final melawan Argentina, Cubarsi kembali menunjukkan ketenangannya saat mengawal lini belakang hingga Spanyol menutup laga dengan kemenangan 1-0 lewat gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.
Kesuksesan itu menempatkan Cubarsi sebagai salah satu simbol lahirnya generasi baru sepak bola Spanyol bersama pemain muda lain seperti Lamine Yamal.
Dari desa kecil di Girona hingga menjadi juara dunia, perjalanan Pau Cubarsi kini menjadi bukti bahwa bakat, kerja keras, dan konsistensi dapat membawa pemain muda ke puncak tertinggi sepak bola dunia.


