Suporter Argentina Bentrok dengan Polisi di Buenos Aires usai Final Piala Dunia 2026

SulawesiPos.com – Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi para pendukung Albiceleste, tetapi juga memicu kericuhan di Buenos Aires. Bentrokan antara suporter dan aparat kepolisian dilaporkan terjadi di sekitar kawasan Obelisco, Senin (20/7/2026) WITA, beberapa saat setelah laga berakhir.

Berdasarkan laporan Reuters dan The Guardian, ribuan pendukung Argentina tetap memadati pusat kota Buenos Aires seusai pertandingan.

Mereka berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Lionel Messi dan tim nasional yang gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.

Kerumunan di Obelisco Berubah Ricuh

Suasana yang semula diwarnai kesedihan perlahan berubah tegang ketika sebagian massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Rekaman video yang dirilis Reuters memperlihatkan sekelompok orang melempar berbagai benda ke arah polisi anti-huru-hara.

Aparat kemudian bergerak membubarkan kerumunan yang masih bertahan di sekitar Obelisco, salah satu titik perayaan sepak bola paling ikonik di Buenos Aires.

BACA JUGA:  Isu Politik Memanas! 7 Negara Disebut Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Media lokal Argentina yang dikutip sejumlah kantor berita internasional juga melaporkan adanya beberapa orang yang diamankan setelah kericuhan tersebut.

Namun hingga Selasa (21/7/2026), otoritas setempat belum merilis jumlah resmi orang yang ditangkap maupun korban luka akibat bentrokan itu.

Kekalahan di Final Picu Luapan Emosi

Final Piala Dunia 2026 menjadi laga yang sarat emosi bagi masyarakat Argentina.

Selain gagal mempertahankan gelar juara dunia, pertandingan tersebut juga diyakini menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di ajang Piala Dunia.

Sebelum kericuhan pecah, ribuan warga tetap memadati kawasan Obelisco sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada skuad Albiceleste.

The Guardian melaporkan banyak suporter memilih tetap berkumpul di pusat kota meski tim kesayangan mereka harus mengakui keunggulan Spanyol.

Kekalahan itu kemudian memicu kekecewaan sebagian pendukung yang berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

Otoritas Masih Menyelidiki

Hingga berita ini ditulis, pemerintah maupun aparat keamanan Argentina belum mengeluarkan keterangan lengkap mengenai kronologi bentrokan, jumlah korban, ataupun total orang yang diamankan.

BACA JUGA:  Prediksi Skor Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Belanda vs Maroko, Ujian Lini Tengah De Oranje

Fakta yang telah terkonfirmasi adalah ribuan suporter berkumpul di kawasan Obelisco seusai final Piala Dunia 2026, situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan dengan polisi, sementara rincian resmi mengenai dampak kerusuhan masih menunggu penjelasan dari otoritas setempat.

SulawesiPos.com – Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi para pendukung Albiceleste, tetapi juga memicu kericuhan di Buenos Aires. Bentrokan antara suporter dan aparat kepolisian dilaporkan terjadi di sekitar kawasan Obelisco, Senin (20/7/2026) WITA, beberapa saat setelah laga berakhir.

Berdasarkan laporan Reuters dan The Guardian, ribuan pendukung Argentina tetap memadati pusat kota Buenos Aires seusai pertandingan.

Mereka berkumpul untuk memberikan penghormatan kepada Lionel Messi dan tim nasional yang gagal mempertahankan gelar juara dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu.

Kerumunan di Obelisco Berubah Ricuh

Suasana yang semula diwarnai kesedihan perlahan berubah tegang ketika sebagian massa terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.

Rekaman video yang dirilis Reuters memperlihatkan sekelompok orang melempar berbagai benda ke arah polisi anti-huru-hara.

Aparat kemudian bergerak membubarkan kerumunan yang masih bertahan di sekitar Obelisco, salah satu titik perayaan sepak bola paling ikonik di Buenos Aires.

BACA JUGA:  Argentina Kalah Segala-galanya dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026, Statistik Laga Ungkap Jurang Permainan

Media lokal Argentina yang dikutip sejumlah kantor berita internasional juga melaporkan adanya beberapa orang yang diamankan setelah kericuhan tersebut.

Namun hingga Selasa (21/7/2026), otoritas setempat belum merilis jumlah resmi orang yang ditangkap maupun korban luka akibat bentrokan itu.

Kekalahan di Final Picu Luapan Emosi

Final Piala Dunia 2026 menjadi laga yang sarat emosi bagi masyarakat Argentina.

Selain gagal mempertahankan gelar juara dunia, pertandingan tersebut juga diyakini menjadi penampilan terakhir Lionel Messi di ajang Piala Dunia.

Sebelum kericuhan pecah, ribuan warga tetap memadati kawasan Obelisco sebagai bentuk dukungan dan penghormatan kepada skuad Albiceleste.

The Guardian melaporkan banyak suporter memilih tetap berkumpul di pusat kota meski tim kesayangan mereka harus mengakui keunggulan Spanyol.

Kekalahan itu kemudian memicu kekecewaan sebagian pendukung yang berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

Otoritas Masih Menyelidiki

Hingga berita ini ditulis, pemerintah maupun aparat keamanan Argentina belum mengeluarkan keterangan lengkap mengenai kronologi bentrokan, jumlah korban, ataupun total orang yang diamankan.

BACA JUGA:  Isu Politik Memanas! 7 Negara Disebut Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Fakta yang telah terkonfirmasi adalah ribuan suporter berkumpul di kawasan Obelisco seusai final Piala Dunia 2026, situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan dengan polisi, sementara rincian resmi mengenai dampak kerusuhan masih menunggu penjelasan dari otoritas setempat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru