Haul ke-20 Muassis NU Sulsel Puang Ramma: Jejak Ulama yang Satukan Ilmu, Akhlak, dan Pengabdian

Perjuangan mereka tidak ditopang oleh fasilitas yang mewah. Modal utamanya adalah keikhlasan, keteguhan, jaringan silaturahmi, dan kepercayaan masyarakat.

Mereka tidak bertanya apa yang akan diperoleh dari organisasi. Sebaliknya, mereka bertanya apa yang dapat diberikan untuk agama, umat, dan jam’iyah.

Puang Ramma merupakan bagian dari generasi yang membesarkan NU melalui pengabdian semacam itu.

Organisasi ditempatkan sebagai sarana perjuangan, bukan kendaraan untuk memperoleh kedudukan.

Jabatan dipandang sebagai amanah, bukan kehormatan yang harus diperebutkan.

Keteladanan tersebut sangat penting di tengah kehidupan organisasi masa kini. NU telah berkembang menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang besar.

Struktur organisasinya menjangkau wilayah, cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting. Namun, kebesaran struktur harus tetap ditopang oleh keikhlasan dan akhlak para pendirinya.

Jangan sampai kita mewarisi nama besar NU, tetapi meninggalkan nilai perjuangan para muassisnya. Jangan sampai kita sibuk membicarakan jabatan, sementara lupa mengurus umat.

Jangan pula organisasi hanya ramai ketika terjadi pemilihan kepengurusan, tetapi sepi ketika masyarakat membutuhkan pendampingan.

Haul ke-20 Puang Ramma harus menjadi ruang muhasabah bersama.

Sudah sejauh mana kita meneruskan perjuangannya? Apakah ilmu, akhlak, dan pengabdian masih menjadi ukuran utama dalam kehidupan organisasi? Ataukah kita mulai lebih tertarik kepada kedudukan daripada pelayanan?

Mengenang Puang Ramma berarti menghidupkan kembali semangat pengabdian.

Beliau telah menunjukkan bahwa kebesaran seorang ulama bukan diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diduduki, melainkan dari seberapa dalam ilmu dan keteladanannya tertanam dalam kehidupan umat.

Dua puluh tahun setelah kepergiannya, doa-doa terus dipanjatkan. Semoga seluruh perjuangan, ilmu, dan amal baktinya menjadi amal jariah yang tidak pernah terputus.

Al-Fatihah untuk Syekh Sayyid KH. Jamaluddin Assegaf, Puang Ramma.

Perjuangan mereka tidak ditopang oleh fasilitas yang mewah. Modal utamanya adalah keikhlasan, keteguhan, jaringan silaturahmi, dan kepercayaan masyarakat.

Mereka tidak bertanya apa yang akan diperoleh dari organisasi. Sebaliknya, mereka bertanya apa yang dapat diberikan untuk agama, umat, dan jam’iyah.

Puang Ramma merupakan bagian dari generasi yang membesarkan NU melalui pengabdian semacam itu.

Organisasi ditempatkan sebagai sarana perjuangan, bukan kendaraan untuk memperoleh kedudukan.

Jabatan dipandang sebagai amanah, bukan kehormatan yang harus diperebutkan.

Keteladanan tersebut sangat penting di tengah kehidupan organisasi masa kini. NU telah berkembang menjadi kekuatan sosial-keagamaan yang besar.

Struktur organisasinya menjangkau wilayah, cabang, majelis wakil cabang, hingga ranting. Namun, kebesaran struktur harus tetap ditopang oleh keikhlasan dan akhlak para pendirinya.

Jangan sampai kita mewarisi nama besar NU, tetapi meninggalkan nilai perjuangan para muassisnya. Jangan sampai kita sibuk membicarakan jabatan, sementara lupa mengurus umat.

Jangan pula organisasi hanya ramai ketika terjadi pemilihan kepengurusan, tetapi sepi ketika masyarakat membutuhkan pendampingan.

Haul ke-20 Puang Ramma harus menjadi ruang muhasabah bersama.

Sudah sejauh mana kita meneruskan perjuangannya? Apakah ilmu, akhlak, dan pengabdian masih menjadi ukuran utama dalam kehidupan organisasi? Ataukah kita mulai lebih tertarik kepada kedudukan daripada pelayanan?

Mengenang Puang Ramma berarti menghidupkan kembali semangat pengabdian.

Beliau telah menunjukkan bahwa kebesaran seorang ulama bukan diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diduduki, melainkan dari seberapa dalam ilmu dan keteladanannya tertanam dalam kehidupan umat.

Dua puluh tahun setelah kepergiannya, doa-doa terus dipanjatkan. Semoga seluruh perjuangan, ilmu, dan amal baktinya menjadi amal jariah yang tidak pernah terputus.

Al-Fatihah untuk Syekh Sayyid KH. Jamaluddin Assegaf, Puang Ramma.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru