SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung mengabulkan sejumlah permintaan petani dan peternak terkait pengembangan produksi serta pasokan jagung. Mulai dari pengembangan lahan seluas 500 hektare hingga permintaan jagung Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak puluhan ton.
Menariknya, sejumlah permintaan tersebut langsung disetujui Amran hanya dengan mencatat instruksi di atas secarik kertas untuk segera ditindaklanjuti jajarannya.
Respons tersebut diberikan saat Amran berdialog dengan petani dan peternak jagung di Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026).
Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat produksi jagung sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi peternak.
Salah satu permintaan datang dari Nur Syamsudin, peternak asal Blitar yang mengembangkan usaha di Kalimantan Tengah.
Ia menyatakan kesanggupannya mengembangkan lahan jagung bersama petani setempat hingga 500 hektare.
“Kalau 500 hektare mampulah,” ujar Nur saat ditanya Mentan Amran mengenai kapasitas pengembangan lahan.
Mendengar kesanggupan tersebut, Amran langsung meminta agar komitmen itu dicatat dan dikoordinasikan dengan jajaran terkait.
Ia menjelaskan, pengembangan jagung akan dilakukan melalui sistem yang menghubungkan petani, koperasi, dan peternak dalam satu ekosistem usaha.
“Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi. Diberikan benih gratis dari pemerintah, setelah tumbuh juga pompa dengan alsintan, sesuai kemampuan APBN kita,” jelas Amran.
Melalui skema tersebut, hasil panen petani akan diserap koperasi. Jika produksi mengalami surplus, Bulog dapat membeli dan menyimpannya sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan peternak ketika pasokan terbatas.
Mekanisme ini diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan bagi peternak.
“Setelah dibeli, ada berlebih lagi produksinya, itu dibeli oleh pemerintah, Bulog. Tetapi koperasi itu yang menitip, itu yang bisa mengambil kembali pada bulan September, Oktober, November, Desember,” katanya.
Mentan Amran Perintahkan Penyaluran 90 Ton Jagung SPHP

Selain menyetujui pengembangan lahan, Amran juga merespons permintaan pasokan jagung SPHP dari koperasi peternak di Magetan dan Lamongan.
Permintaan pertama disampaikan Koperasi Koderma di Magetan yang membutuhkan jagung SPHP sebanyak 50 ton.
Amran langsung menginstruksikan jajarannya agar kebutuhan tersebut segera dipenuhi.
“Magetan ya, Mas? Ini koperasi apa namanya, Koderma. Layani 50 ton jagung hari ini,” tegasnya.
Respons serupa diberikan kepada Suparto, peternak asal Lamongan. Ia mengeluhkan belum tersedianya jagung SPHP tahap ketiga, meskipun koperasinya telah memperoleh alokasi.
Setelah mendengar kendala tersebut, Amran meminta agar 40 ton jagung segera disalurkan melalui Bulog Bojonegoro.
“Empat puluh ton, Pak,” ujar Suparto yang kemudian menuliskan kebutuhannya di atas kertas.
Amran selanjutnya mengarahkan jajaran Bulog untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.
Suparto pun menyampaikan terima kasih atas respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan pasokan jagung bagi peternak.
Amran menegaskan pemerintah ingin memastikan persoalan yang dihadapi petani dan peternak mendapatkan solusi nyata, bukan sekadar menerima aspirasi.
Karena itu, penguatan produksi jagung harus berjalan beriringan dengan kepastian penyerapan hasil panen dan ketersediaan pasokan bagi peternak.
Petani akan mendapatkan dukungan berupa benih, pompa, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai kemampuan anggaran pemerintah.
Hasil panen selanjutnya memiliki kepastian pasar melalui koperasi, sementara kelebihan produksi dapat diserap Bulog.
“Ini kita bangun sistem baru, ekosistem baru. Petani jagung dengan peternak satu kesatuan membentuk koperasi,” ujar Amran.
Melalui dukungan pengembangan lahan, penyediaan sarana produksi, penyaluran jagung SPHP, serta penguatan koperasi dan peran Bulog, Kementerian Pertanian mendorong terbentuknya rantai pasok jagung yang lebih terintegrasi.
Upaya tersebut diharapkan membantu petani meningkatkan produksi sekaligus memastikan peternak memperoleh pasokan bahan baku pakan sesuai kebutuhan.


