Mentan Amran Serukan Swasembada Pangan: Jangan Pesta Pora di Atas Penderitaan Rakyat

Saat ini, Indonesia terus bergerak menuju swasembada pangan yang lebih kokoh, termasuk pada sejumlah komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah.

Target berikutnya adalah memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan ekspor.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo memiliki visi agar setiap wilayah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Dengan demikian, distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien dan tekanan terhadap inflasi bisa ditekan.

“Mimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau,” ujar Mentan Amran.

Dorong Kemandirian Energi Lewat B50

Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga mendorong kemandirian energi melalui program biodiesel B50. Program tersebut memanfaatkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku pengganti solar.

“B50 apa itu? CPO (minyak sawit mentah) dijadikan solar. Itu 5 juta ton. Sejak merdeka kita impor (solar). Bulan Juli kemarin kita stop impor,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri sekaligus memperkuat pemanfaatan komoditas dalam negeri.

BACA JUGA:  FAO: Produksi Beras Indonesia Naik, Saat Produksi Dunia Turun di Tahun 2026

Pada kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai Menteri Pertanian.

Ia membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain untuk mengkritik dan mengevaluasi kinerjanya. Namun, Amran menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi.

“Cari kelemahan saya, cari kekurangan saya karena saya orang tidak sempurna. Tapi kalau ada korupsi saya lakukan hari ini juga saya mundur dan proses saya,” tegasnya.

Amran berharap seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar KAHMI, terus mendukung agenda strategis nasional untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan ekonomi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Saat ini, Indonesia terus bergerak menuju swasembada pangan yang lebih kokoh, termasuk pada sejumlah komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah.

Target berikutnya adalah memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan ekspor.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo memiliki visi agar setiap wilayah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Dengan demikian, distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien dan tekanan terhadap inflasi bisa ditekan.

“Mimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau,” ujar Mentan Amran.

Dorong Kemandirian Energi Lewat B50

Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga mendorong kemandirian energi melalui program biodiesel B50. Program tersebut memanfaatkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku pengganti solar.

“B50 apa itu? CPO (minyak sawit mentah) dijadikan solar. Itu 5 juta ton. Sejak merdeka kita impor (solar). Bulan Juli kemarin kita stop impor,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri sekaligus memperkuat pemanfaatan komoditas dalam negeri.

BACA JUGA:  Mentan Amran Rangkul 118 Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai Menteri Pertanian.

Ia membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain untuk mengkritik dan mengevaluasi kinerjanya. Namun, Amran menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi.

“Cari kelemahan saya, cari kekurangan saya karena saya orang tidak sempurna. Tapi kalau ada korupsi saya lakukan hari ini juga saya mundur dan proses saya,” tegasnya.

Amran berharap seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar KAHMI, terus mendukung agenda strategis nasional untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan ekonomi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru