Mentan Amran Serukan Swasembada Pangan: Jangan Pesta Pora di Atas Penderitaan Rakyat

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kemandirian pangan menjadi fondasi penting untuk melindungi rakyat, terutama petani dan masyarakat kecil, dari berbagai gejolak global.

Pemerintah, kata Amran, terus memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Amran saat menjadi keynote speaker dalam Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Amran, perjuangan mewujudkan swasembada pangan tidak sebatas mengejar peningkatan produksi.

Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat, khususnya petani dan masyarakat kurang mampu.

“Kita harus lindungi rakyat Indonesia. Kita harus lindungi petani. Kita lindungi orang miskin. Jangan kita pesta pora di atas penderitaan orang miskin,” kata Mentan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Simposium Nasional KAHMI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Amran menyebut pandangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:  Ketua KKSS Andi Amran Sulaiman Ajak Saudagar Bugis-Makassar Kolaborasi Bangun Negeri

Pemerintah saat ini mendorong pembangunan Indonesia yang mandiri dan berdaulat melalui penguatan berbagai sektor strategis.

Ia mengingatkan Indonesia pernah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas penting.

Namun, kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada produksi dalam negeri membuat sebagian komoditas kembali bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Karena itu, pemerintah kini berupaya meningkatkan produksi nasional sekaligus memberikan perlindungan yang memadai kepada petani agar mampu bersaing dan berkembang.

Amran Kenang Hidup dalam Keterbatasan
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga mengenang masa mudanya yang diwarnai keterbatasan ekonomi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat baginya agar kebijakan pemerintah berpihak kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Saya tahu rasanya hidup dalam kesulitan. Karena itu saya ingin memastikan kebijakan yang kita jalankan berpihak kepada rakyat, terutama petani dan masyarakat kecil,” ungkapnya.

Amran menegaskan agenda swasembada pangan bukan sekadar program sektoral Kementerian Pertanian. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan nasional.

BACA JUGA:  Buka Puasa Bersama di Kampung Halaman, Mentan Amran Langsung Cari Anak Yatim

Saat ini, Indonesia terus bergerak menuju swasembada pangan yang lebih kokoh, termasuk pada sejumlah komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah.

Target berikutnya adalah memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan ekspor.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo memiliki visi agar setiap wilayah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Dengan demikian, distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien dan tekanan terhadap inflasi bisa ditekan.

“Mimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau,” ujar Mentan Amran.

Dorong Kemandirian Energi Lewat B50

Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga mendorong kemandirian energi melalui program biodiesel B50. Program tersebut memanfaatkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku pengganti solar.

“B50 apa itu? CPO (minyak sawit mentah) dijadikan solar. Itu 5 juta ton. Sejak merdeka kita impor (solar). Bulan Juli kemarin kita stop impor,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri sekaligus memperkuat pemanfaatan komoditas dalam negeri.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Delapan Komoditas Pangan

Pada kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai Menteri Pertanian.

Ia membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain untuk mengkritik dan mengevaluasi kinerjanya. Namun, Amran menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi.

“Cari kelemahan saya, cari kekurangan saya karena saya orang tidak sempurna. Tapi kalau ada korupsi saya lakukan hari ini juga saya mundur dan proses saya,” tegasnya.

Amran berharap seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar KAHMI, terus mendukung agenda strategis nasional untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan ekonomi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kemandirian pangan menjadi fondasi penting untuk melindungi rakyat, terutama petani dan masyarakat kecil, dari berbagai gejolak global.

Pemerintah, kata Amran, terus memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Amran saat menjadi keynote speaker dalam Simposium Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertema “KAHMI untuk Kedaulatan Bangsa, Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Amran, perjuangan mewujudkan swasembada pangan tidak sebatas mengejar peningkatan produksi.

Lebih dari itu, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan negara kepada rakyat, khususnya petani dan masyarakat kurang mampu.

“Kita harus lindungi rakyat Indonesia. Kita harus lindungi petani. Kita lindungi orang miskin. Jangan kita pesta pora di atas penderitaan orang miskin,” kata Mentan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam Simposium Nasional KAHMI di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Amran menyebut pandangan tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.

BACA JUGA:  Ketua KKSS Andi Amran Sulaiman Ajak Saudagar Bugis-Makassar Kolaborasi Bangun Negeri

Pemerintah saat ini mendorong pembangunan Indonesia yang mandiri dan berdaulat melalui penguatan berbagai sektor strategis.

Ia mengingatkan Indonesia pernah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas penting.

Namun, kebijakan yang dinilai kurang berpihak pada produksi dalam negeri membuat sebagian komoditas kembali bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Karena itu, pemerintah kini berupaya meningkatkan produksi nasional sekaligus memberikan perlindungan yang memadai kepada petani agar mampu bersaing dan berkembang.

Amran Kenang Hidup dalam Keterbatasan
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga mengenang masa mudanya yang diwarnai keterbatasan ekonomi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat baginya agar kebijakan pemerintah berpihak kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

“Saya tahu rasanya hidup dalam kesulitan. Karena itu saya ingin memastikan kebijakan yang kita jalankan berpihak kepada rakyat, terutama petani dan masyarakat kecil,” ungkapnya.

Amran menegaskan agenda swasembada pangan bukan sekadar program sektoral Kementerian Pertanian. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat ketahanan nasional.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Indonesia Sudah Swasembada Delapan Komoditas Pangan

Saat ini, Indonesia terus bergerak menuju swasembada pangan yang lebih kokoh, termasuk pada sejumlah komoditas strategis yang menjadi fokus pemerintah.

Target berikutnya adalah memperkuat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan ekspor.

Ia menjelaskan Presiden Prabowo memiliki visi agar setiap wilayah di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

Dengan demikian, distribusi pangan dapat berjalan lebih efisien dan tekanan terhadap inflasi bisa ditekan.

“Mimpi Bapak Presiden pangan kita mandiri setiap pulau,” ujar Mentan Amran.

Dorong Kemandirian Energi Lewat B50

Tak hanya sektor pangan, pemerintah juga mendorong kemandirian energi melalui program biodiesel B50. Program tersebut memanfaatkan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) sebagai bahan baku pengganti solar.

“B50 apa itu? CPO (minyak sawit mentah) dijadikan solar. Itu 5 juta ton. Sejak merdeka kita impor (solar). Bulan Juli kemarin kita stop impor,” ungkapnya.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap energi dari luar negeri sekaligus memperkuat pemanfaatan komoditas dalam negeri.

BACA JUGA:  Buka Puasa Bersama di Kampung Halaman, Mentan Amran Langsung Cari Anak Yatim

Pada kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai Menteri Pertanian.

Ia membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak lain untuk mengkritik dan mengevaluasi kinerjanya. Namun, Amran menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap praktik korupsi.

“Cari kelemahan saya, cari kekurangan saya karena saya orang tidak sempurna. Tapi kalau ada korupsi saya lakukan hari ini juga saya mundur dan proses saya,” tegasnya.

Amran berharap seluruh elemen bangsa, termasuk keluarga besar KAHMI, terus mendukung agenda strategis nasional untuk mewujudkan kemandirian pangan, energi, dan ekonomi.

Menurutnya, ketiga sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun Indonesia yang lebih kuat, mandiri, dan berdaulat menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru