Samarkand Jadi Destinasi Umrah, Prof Rahim Yunus: Ini Jalan Baru Islam Kosmopolitan

Karena itu, kerja sama Indonesia–Uzbekistan berpeluang berkembang menjadi diplomasi pengetahuan apabila pemerintah tidak berhenti pada paket wisata, tetapi menghubungkannya dengan pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, konferensi sejarah Islam, penerjemahan buku, penelitian manuskrip dan pengembangan museum.

Manfaat lainnya adalah memperkuat diplomasi masyarakat atau people-to-people diplomacy karena hubungan yang dibangun melalui mahasiswa, ulama, peneliti, wisatawan, pengusaha dan komunitas biasanya menciptakan ikatan sosial yang lebih luas daripada hubungan resmi antarpemerintah.

Dalam jangka panjang, kedekatan sosial semacam itu dapat menjadi modal bagi peningkatan perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, industri halal dan kerja sama internasional karena tingkat saling percaya kedua masyarakat semakin tinggi.

Bukan Sekadar Membuka Rute Pesawat, tetapi Membuka Kembali Jalur Ilmu

Irfan Yusuf sendiri menegaskan bahwa implementasi paket perjalanan tetap membutuhkan keterlibatan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) karena pemerintah berfungsi sebagai regulator, sedangkan perjalanan umrah diselenggarakan oleh perusahaan perjalanan.

Gubernur Samarkand Adiz Boboev pada sisi lain berharap semakin banyak wisatawan Indonesia mengunjungi Uzbekistan untuk mengenal jejak para ulama besar, sementara penerbangan langsung dipandang sebagai salah satu kunci meningkatkan mobilitas kedua bangsa.

BACA JUGA:  Gol Menit ke-6 Bawa Portugal Unggul, Ronaldo Ukir Sejarah di Piala Dunia 2026

Indonesia pun menawarkan hubungan timbal balik dengan mempromosikan Lombok, Belitung, Wakatobi dan berbagai destinasi lain sehingga hubungan wisata tidak berhenti pada arus masyarakat Indonesia menuju Asia Tengah.

Bagi Prof. Rahim, ukuran keberhasilan kerja sama itu pada akhirnya bukan hanya jumlah wisatawan, tiket yang terjual atau devisa yang diperoleh, tetapi seberapa jauh perjalanan tersebut menghasilkan pengetahuan dan mempertemukan kembali generasi Muslim modern dengan sejarah intelektualnya.

Wisata religi dengan demikian dapat bergerak dari sekadar ziarah menuju literasi peradaban, dari kunjungan menuju penelitian, dari pariwisata menuju pertukaran ilmu, serta dari hubungan diplomatik menuju hubungan manusia antardua kawasan Muslim.

Jika dikembangkan dengan perspektif tersebut, jalur Indonesia–Samarkand bukan sekadar rute penerbangan baru, tetapi berpotensi menjadi koridor peradaban Asia Tenggara–Asia Tengah yang menghubungkan kembali perdagangan, pendidikan, teknologi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan sebagaimana Jalur Sutra pernah mempertemukan manusia berabad-abad silam.

Dan di situlah gagasan “Islam kosmopolitan” yang disampaikan Prof. Abd. Rahim Yunus memperoleh makna konkretnya: wisata tidak hanya membawa manusia melihat masa lalu, tetapi menjadikan warisan masa lalu sebagai sumber ilmu, persahabatan dan kemajuan bersama bagi masa depan umat manusia. (Ali)

BACA JUGA:  Kolombia Puncaki Grup K Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Debutan Uzbekistan 3-1

Karena itu, kerja sama Indonesia–Uzbekistan berpeluang berkembang menjadi diplomasi pengetahuan apabila pemerintah tidak berhenti pada paket wisata, tetapi menghubungkannya dengan pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, konferensi sejarah Islam, penerjemahan buku, penelitian manuskrip dan pengembangan museum.

Manfaat lainnya adalah memperkuat diplomasi masyarakat atau people-to-people diplomacy karena hubungan yang dibangun melalui mahasiswa, ulama, peneliti, wisatawan, pengusaha dan komunitas biasanya menciptakan ikatan sosial yang lebih luas daripada hubungan resmi antarpemerintah.

Dalam jangka panjang, kedekatan sosial semacam itu dapat menjadi modal bagi peningkatan perdagangan, investasi, pendidikan, teknologi, industri halal dan kerja sama internasional karena tingkat saling percaya kedua masyarakat semakin tinggi.

Bukan Sekadar Membuka Rute Pesawat, tetapi Membuka Kembali Jalur Ilmu

Irfan Yusuf sendiri menegaskan bahwa implementasi paket perjalanan tetap membutuhkan keterlibatan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) karena pemerintah berfungsi sebagai regulator, sedangkan perjalanan umrah diselenggarakan oleh perusahaan perjalanan.

Gubernur Samarkand Adiz Boboev pada sisi lain berharap semakin banyak wisatawan Indonesia mengunjungi Uzbekistan untuk mengenal jejak para ulama besar, sementara penerbangan langsung dipandang sebagai salah satu kunci meningkatkan mobilitas kedua bangsa.

BACA JUGA:  Prof Munawir: Andi Amran Sulaiman, Ketegasan yang Berakar, Kepedulian yang Berbuah

Indonesia pun menawarkan hubungan timbal balik dengan mempromosikan Lombok, Belitung, Wakatobi dan berbagai destinasi lain sehingga hubungan wisata tidak berhenti pada arus masyarakat Indonesia menuju Asia Tengah.

Bagi Prof. Rahim, ukuran keberhasilan kerja sama itu pada akhirnya bukan hanya jumlah wisatawan, tiket yang terjual atau devisa yang diperoleh, tetapi seberapa jauh perjalanan tersebut menghasilkan pengetahuan dan mempertemukan kembali generasi Muslim modern dengan sejarah intelektualnya.

Wisata religi dengan demikian dapat bergerak dari sekadar ziarah menuju literasi peradaban, dari kunjungan menuju penelitian, dari pariwisata menuju pertukaran ilmu, serta dari hubungan diplomatik menuju hubungan manusia antardua kawasan Muslim.

Jika dikembangkan dengan perspektif tersebut, jalur Indonesia–Samarkand bukan sekadar rute penerbangan baru, tetapi berpotensi menjadi koridor peradaban Asia Tenggara–Asia Tengah yang menghubungkan kembali perdagangan, pendidikan, teknologi, kebudayaan dan ilmu pengetahuan sebagaimana Jalur Sutra pernah mempertemukan manusia berabad-abad silam.

Dan di situlah gagasan “Islam kosmopolitan” yang disampaikan Prof. Abd. Rahim Yunus memperoleh makna konkretnya: wisata tidak hanya membawa manusia melihat masa lalu, tetapi menjadikan warisan masa lalu sebagai sumber ilmu, persahabatan dan kemajuan bersama bagi masa depan umat manusia. (Ali)

BACA JUGA:  Kolombia Puncaki Grup K Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Debutan Uzbekistan 3-1

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru