Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga produksi pangan di tengah tantangan iklim.
Pemerintah tidak hanya menjaga luas panen, tetapi juga mendorong produktivitas agar produksi per hektare terus meningkat.
Di sisi lain, BPS menegaskan bahwa angka produksi Oktober 2026 yang disampaikan masih merupakan angka potensi atau proyeksi, bukan angka final.
Realisasi produksi masih dapat berubah bergantung pada kondisi pertanaman dan perkembangan panen hingga Oktober.
Dengan status angka yang masih berupa proyeksi, perkembangan produksi hingga akhir periode tetap akan ditentukan oleh kondisi pertanaman dan realisasi panen.
Pemerintah pun terus memperkuat mitigasi di lapangan untuk memastikan tantangan iklim tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus hadir di tengah petani untuk menjaga produksi.
Berbagai intervensi yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu mempertahankan produktivitas sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap aman.
“Kita tidak boleh membiarkan petani jalan sendiri, kita harus turun tangan,” katanya.

