Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah: Jejak Rektor UMI yang Namanya Abadi di Makassar

SulawesiPos.com – Nama Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah di Makassar bukan sekadar penanda sebuah ruas jalan.

Di balik nama tersebut terdapat sosok akademisi yang pernah memimpin Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.

Bagi sebagian warga Makassar, nama resmi jalan tersebut mungkin masih kalah populer dibanding nama lamanya.

Kawasan ini sebelumnya dikenal luas sebagai Jalan Racing Center atau Jalan Racing.

Meski telah berganti nama, sebutan lama tersebut masih kerap digunakan masyarakat dalam percakapan sehari-hari.

Nama Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah resmi digunakan setelah Pemerintah Kota Makassar melakukan perubahan nama jalan pada 25 Maret 2012.

Penggantian tersebut menjadi bagian dari upaya mengabadikan nama tokoh yang dinilai memiliki jasa bagi daerah.

Dari Racing Center Menjadi Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah

Perubahan nama tersebut tidak serta-merta menghapus ingatan masyarakat terhadap identitas lama kawasan.

Nama Racing Center telah melekat cukup lama dan menjadi salah satu penanda lokasi yang dikenal masyarakat Makassar.

BACA JUGA:  Makassar Buka MTQ KORPRI Nasional, 1.603 Peserta dan Ofisial Tiba

Kini, nama Prof. Abdurrahman Basalamah justru menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut.

Ruas jalan ini berada di kawasan yang berkembang pesat dan terhubung dengan sejumlah jalur penting di Makassar.

Kawasan sekitar jalan juga memiliki hubungan erat dengan UMI.

Salah satunya keberadaan kompleks perumahan dosen UMI yang memperkuat keterkaitan kawasan tersebut dengan perjalanan perguruan tinggi Islam yang berdiri di Makassar sejak 1954.

Sosok di Balik Nama Jalan

Prof. Dr. H. Abdurrahman A. Basalamah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan UMI.

Berdasarkan catatan sejarah UMI, ia menjabat sebagai rektor pada periode 1984 hingga 1994.

Masa kepemimpinannya menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan UMI.

Sejumlah catatan sejarah kampus menyebut periode tersebut sebagai fase ketika UMI mengalami perkembangan pesat dan memperluas kiprahnya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta besar di kawasan Indonesia Timur.

SulawesiPos.com – Nama Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah di Makassar bukan sekadar penanda sebuah ruas jalan.

Di balik nama tersebut terdapat sosok akademisi yang pernah memimpin Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan meninggalkan jejak panjang dalam perkembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan.

Bagi sebagian warga Makassar, nama resmi jalan tersebut mungkin masih kalah populer dibanding nama lamanya.

Kawasan ini sebelumnya dikenal luas sebagai Jalan Racing Center atau Jalan Racing.

Meski telah berganti nama, sebutan lama tersebut masih kerap digunakan masyarakat dalam percakapan sehari-hari.

Nama Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah resmi digunakan setelah Pemerintah Kota Makassar melakukan perubahan nama jalan pada 25 Maret 2012.

Penggantian tersebut menjadi bagian dari upaya mengabadikan nama tokoh yang dinilai memiliki jasa bagi daerah.

Dari Racing Center Menjadi Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah

Perubahan nama tersebut tidak serta-merta menghapus ingatan masyarakat terhadap identitas lama kawasan.

Nama Racing Center telah melekat cukup lama dan menjadi salah satu penanda lokasi yang dikenal masyarakat Makassar.

BACA JUGA:  Aksi Lilin di Todopuli Makassar Kenang Bertrand Eka, Korban Insiden Penembakan

Kini, nama Prof. Abdurrahman Basalamah justru menjadi bagian dari identitas kawasan tersebut.

Ruas jalan ini berada di kawasan yang berkembang pesat dan terhubung dengan sejumlah jalur penting di Makassar.

Kawasan sekitar jalan juga memiliki hubungan erat dengan UMI.

Salah satunya keberadaan kompleks perumahan dosen UMI yang memperkuat keterkaitan kawasan tersebut dengan perjalanan perguruan tinggi Islam yang berdiri di Makassar sejak 1954.

Sosok di Balik Nama Jalan

Prof. Dr. H. Abdurrahman A. Basalamah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan UMI.

Berdasarkan catatan sejarah UMI, ia menjabat sebagai rektor pada periode 1984 hingga 1994.

Masa kepemimpinannya menjadi salah satu periode penting dalam perkembangan UMI.

Sejumlah catatan sejarah kampus menyebut periode tersebut sebagai fase ketika UMI mengalami perkembangan pesat dan memperluas kiprahnya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta besar di kawasan Indonesia Timur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru