Komisi IV DPR Apresiasi Swasembada 8 Komoditas, Anggaran Kementan 2027 Didorong Diperkuat

Dorongan tersebut semakin relevan karena agenda swasembada pangan pemerintah kini tidak hanya menyasar beras dan jagung.

Komoditas lain, termasuk bawang putih, juga mulai mendapat perhatian dalam agenda penguatan produksi nasional.

Produksi Delapan Komoditas Lampaui Kebutuhan

Berdasarkan neraca pangan 2026 yang disampaikan pemerintah, produksi sejumlah komoditas strategis telah diproyeksikan melampaui kebutuhan nasional.

Produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton.

Jagung diproyeksikan mencapai 18 juta ton dibandingkan kebutuhan 16,44 juta ton.

Surplus juga tercatat pada gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara keseluruhan, delapan komoditas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran 68,22 juta ton.

Artinya, terdapat potensi surplus sekitar 4,69 juta ton.

Amran: Swasembada Hasil Kerja Bersama

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut bukan semata hasil kerja Kementan.

BACA JUGA:  15 Ton Beras Sudah Tersalurkan, Program 100 Ton IKA Unhas Terus Berjalan

Menurutnya, dukungan DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta berbagai pemangku kepentingan turut menentukan keberhasilan program pertanian.

“Terima kasih atas dukungannya. Semua capaian ini bukan semata Kementan, tapi dukungan luar biasa Ibu Ketua, Wakil Ketua, seluruh Komisi IV DPR RI,” kata Amran.

Ia menyebut dari 11 komoditas strategis, saat ini delapan di antaranya telah mencapai swasembada.

“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada 8 yang sudah swasembada,” ujar Amran.

Untuk 2027, Kementan mengarahkan rencana kerja pada penguatan kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan terintegrasi.

Program tersebut mencakup padi, kedelai, jagung, bawang putih, perkebunan, hingga peternakan.

Penguatan anggaran pun menjadi bagian penting agar capaian produksi dapat dijaga, sekaligus meningkatkan pendapatan petani, memperkuat substitusi impor, dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Dorongan tersebut semakin relevan karena agenda swasembada pangan pemerintah kini tidak hanya menyasar beras dan jagung.

Komoditas lain, termasuk bawang putih, juga mulai mendapat perhatian dalam agenda penguatan produksi nasional.

Produksi Delapan Komoditas Lampaui Kebutuhan

Berdasarkan neraca pangan 2026 yang disampaikan pemerintah, produksi sejumlah komoditas strategis telah diproyeksikan melampaui kebutuhan nasional.

Produksi beras diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 31,10 juta ton.

Jagung diproyeksikan mencapai 18 juta ton dibandingkan kebutuhan 16,44 juta ton.

Surplus juga tercatat pada gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Secara keseluruhan, delapan komoditas tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 72,91 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional berada di kisaran 68,22 juta ton.

Artinya, terdapat potensi surplus sekitar 4,69 juta ton.

Amran: Swasembada Hasil Kerja Bersama

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian tersebut bukan semata hasil kerja Kementan.

BACA JUGA:  Indonesia Siap Hadapi El Nino dengan Stok Pangan Tertinggi Sepanjang Sejarah

Menurutnya, dukungan DPR, pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta berbagai pemangku kepentingan turut menentukan keberhasilan program pertanian.

“Terima kasih atas dukungannya. Semua capaian ini bukan semata Kementan, tapi dukungan luar biasa Ibu Ketua, Wakil Ketua, seluruh Komisi IV DPR RI,” kata Amran.

Ia menyebut dari 11 komoditas strategis, saat ini delapan di antaranya telah mencapai swasembada.

“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada 8 yang sudah swasembada,” ujar Amran.

Untuk 2027, Kementan mengarahkan rencana kerja pada penguatan kedaulatan pangan melalui pengembangan kawasan terintegrasi.

Program tersebut mencakup padi, kedelai, jagung, bawang putih, perkebunan, hingga peternakan.

Penguatan anggaran pun menjadi bagian penting agar capaian produksi dapat dijaga, sekaligus meningkatkan pendapatan petani, memperkuat substitusi impor, dan meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru