Asap Karhutla Ganggu Penerbangan, Penumpang Terdampak Bisa Dapat Full Refund

SulawesiPos.com – Penumpang yang penerbangannya terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mendapat opsi full refund atau perubahan jadwal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Kebijakan ini diberlakukan menyusul potensi gangguan operasional akibat penurunan jarak pandang di sejumlah bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan penanganan terhadap penumpang terdampak menjadi bagian dari penyesuaian operasional penerbangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai,” kata Lukman dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Kondisi kabut asap akibat karhutla membuat jarak pandang menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan sebelum penerbangan dilakukan.

Kemenhub menetapkan jarak pandang minimal 5.000 meter sebagai salah satu batas operasional penerbangan.

Apabila jarak pandang berada di bawah batas yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan demi keselamatan.

BACA JUGA:  Karhutla Kobar Makin Meluas, 859 Hektare Lahan Terbakar dan Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Jadwal Penerbangan Bisa Berubah

Lukman menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala.

Keputusan untuk melakukan penyesuaian penerbangan akan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Karena itu, jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu selama kabut asap masih mengganggu jarak pandang.

“Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu,” katanya.

Kemenhub menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Operator diwajibkan melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan operasional.

Karhutla saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan memicu kabut asap. Titik api dilaporkan tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta wilayah sekitarnya.

Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju wilayah terdampak disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai terkait kondisi penerbangan sebelum menuju bandara.

SulawesiPos.com – Penumpang yang penerbangannya terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mendapat opsi full refund atau perubahan jadwal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai.

Kebijakan ini diberlakukan menyusul potensi gangguan operasional akibat penurunan jarak pandang di sejumlah bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan penanganan terhadap penumpang terdampak menjadi bagian dari penyesuaian operasional penerbangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.

“Penumpang terdampak memperoleh penanganan berupa full refund dan perubahan tanggal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan maskapai,” kata Lukman dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).

Kondisi kabut asap akibat karhutla membuat jarak pandang menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan sebelum penerbangan dilakukan.

Kemenhub menetapkan jarak pandang minimal 5.000 meter sebagai salah satu batas operasional penerbangan.

Apabila jarak pandang berada di bawah batas yang dipersyaratkan, penerbangan dapat ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan demi keselamatan.

BACA JUGA:  Kemenhub Pastikan Seluruh Kru dan Pesawat ATR 42-500 Penuhi Standar Kesehatan Penerbangan

Jadwal Penerbangan Bisa Berubah

Lukman menginstruksikan seluruh penyelenggara bandar udara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan serta memantau kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala.

Keputusan untuk melakukan penyesuaian penerbangan akan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan. Karena itu, jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu selama kabut asap masih mengganggu jarak pandang.

“Penyesuaian penerbangan dilakukan berdasarkan kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan, sehingga jadwal dapat berubah sewaktu-waktu,” katanya.

Kemenhub menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Operator diwajibkan melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan operasional.

Karhutla saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan memicu kabut asap. Titik api dilaporkan tersebar di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta wilayah sekitarnya.

Masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju wilayah terdampak disarankan memantau informasi terbaru dari maskapai terkait kondisi penerbangan sebelum menuju bandara.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru