2.472 Dapur MBG Ditargetkan Dibangun di Enam Provinsi Tanah Papua, Disiapkan untuk Ratusan Ribu Anak

SulawesiPos.com – Sebanyak 2.472 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan dibangun di enam provinsi Tanah Papua untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP).

Target tersebut disiapkan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) dengan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat MBG yang mencapai ratusan ribu anak di wilayah Papua.

Ketua KEPPOKP Velix V Wanggai mengatakan pembangunan dapur MBG membutuhkan koordinasi lintas pihak agar program tersebut dapat diterapkan secara optimal, terutama di wilayah Papua Pegunungan.

Menurut Velix, enam provinsi yang menjadi sasaran pembangunan ribuan dapur tersebut meliputi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

“Enam provinsi Tanah Papua di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya cukup besar target dapur MBG yakni 2.472,” katanya, Sabtu (22/8/2026).

Dorong MBG Sesuai Kondisi Papua

Selain berfokus pada pembangunan dapur, KEPPOKP juga menyesuaikan pola pengelolaan pelaksanaan MBG dengan kondisi masing-masing wilayah di Tanah Papua.

BACA JUGA:  Usai Viral Menu Lele Mentah, Operasional Program MBG di Pamekasan Dihentikan Sementara

Velix menyebut diperlukan strategi khusus mulai dari waktu pelaksanaan, regulasi, pola pengelolaan, harga, hingga skema kemitraan agar pembangunan dapur dapat berlangsung lebih cepat.

Pendekatan tersebut, kata dia, penting terutama bagi Papua Pegunungan yang memiliki karakteristik wilayah dan kebutuhan berbeda dibandingkan daerah lainnya.

“Kami sebut program ini sebagai MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua sehingga penerapannya dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

KEPPOKP juga menilai program MBG berpotensi memberikan dampak yang lebih luas selain pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Program tersebut diharapkan membantu mengatasi stunting, mendukung pertumbuhan generasi muda, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui rantai pasok bahan pangan bagi dapur MBG.

“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat, menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” kata Velix.

Ia menegaskan KEPPOKP akan memperkuat koordinasi untuk memastikan program nasional tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan.

BACA JUGA:  Koperasi Desa Merah Putih Terhubung MBG, Ekonomi Warga Didorong dari Hulu ke Hilir

“Kehadiran kami dari Lembaga Komite Eksekutif di Papua Pegunungan untuk memastikan program bapak presiden dan wakil presiden yakni MBG dapat berjalan secara optimal di sini,” tandasnya.

SulawesiPos.com – Sebanyak 2.472 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan dibangun di enam provinsi Tanah Papua untuk mendukung pemenuhan gizi anak sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP).

Target tersebut disiapkan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) dengan mempertimbangkan jumlah penerima manfaat MBG yang mencapai ratusan ribu anak di wilayah Papua.

Ketua KEPPOKP Velix V Wanggai mengatakan pembangunan dapur MBG membutuhkan koordinasi lintas pihak agar program tersebut dapat diterapkan secara optimal, terutama di wilayah Papua Pegunungan.

Menurut Velix, enam provinsi yang menjadi sasaran pembangunan ribuan dapur tersebut meliputi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.

“Enam provinsi Tanah Papua di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya cukup besar target dapur MBG yakni 2.472,” katanya, Sabtu (22/8/2026).

Dorong MBG Sesuai Kondisi Papua

Selain berfokus pada pembangunan dapur, KEPPOKP juga menyesuaikan pola pengelolaan pelaksanaan MBG dengan kondisi masing-masing wilayah di Tanah Papua.

BACA JUGA:  1.251 Dapur MBG Langgar Standar, DPR Desak Penguatan Akreditasi dan Pengawasan Ketat

Velix menyebut diperlukan strategi khusus mulai dari waktu pelaksanaan, regulasi, pola pengelolaan, harga, hingga skema kemitraan agar pembangunan dapur dapat berlangsung lebih cepat.

Pendekatan tersebut, kata dia, penting terutama bagi Papua Pegunungan yang memiliki karakteristik wilayah dan kebutuhan berbeda dibandingkan daerah lainnya.

“Kami sebut program ini sebagai MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua sehingga penerapannya dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.

KEPPOKP juga menilai program MBG berpotensi memberikan dampak yang lebih luas selain pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Program tersebut diharapkan membantu mengatasi stunting, mendukung pertumbuhan generasi muda, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui rantai pasok bahan pangan bagi dapur MBG.

“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat, menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” kata Velix.

Ia menegaskan KEPPOKP akan memperkuat koordinasi untuk memastikan program nasional tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di Tanah Papua, khususnya Papua Pegunungan.

BACA JUGA:  Bau Menyengat dari Dapur MBG, Petani Takalar Mengaku Tanaman Padinya Mati

“Kehadiran kami dari Lembaga Komite Eksekutif di Papua Pegunungan untuk memastikan program bapak presiden dan wakil presiden yakni MBG dapat berjalan secara optimal di sini,” tandasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru