Cahaya alami umumnya datang dari berbagai arah dengan hubungan fase yang tidak teratur sehingga jauh lebih sulit diarahkan untuk menghasilkan gambar tipuan yang konsisten.
Para peneliti telah menyimulasikan rancangan untuk cahaya yang sebagian koheren, tetapi penggunaan di lingkungan alami kemungkinan memerlukan struktur volumetrik berlapis yang mampu menghimpun dan memadukan cahaya dari banyak sudut.
Karena itu, klaim bahwa teknologi tersebut sudah dapat membuat manusia atau benda menghilang dalam kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan kemampuan prototipe saat ini.
Peluang Besar, Ancaman Etika Mengintai
Salah satu kemungkinan penerapannya adalah kamuflase optik dengan menempatkan permukaan tersebut di depan peralatan sensitif agar pengamat melihat pola biasa, bukan informasi visual benda yang sebenarnya.
Teknologi ini tidak membuat benda benar-benar tidak terlihat, tetapi mengganti petunjuk optiknya dengan gambar pengalih yang tampak tidak mencurigakan dari kondisi pengamatan tertentu.
Potensi penggunaannya meliputi perlindungan perangkat, pertahanan, keamanan, teknologi anti-pengawasan, pemrosesan informasi optik, instalasi seni, museum, permainan visual, dan wahana hiburan.
Kemampuan menyamarkan informasi visual juga menimbulkan persoalan etika karena perangkat serupa secara teoritis dapat dimanfaatkan untuk penyamaran tanpa izin, manipulasi persepsi, penipuan, atau penghindaran sistem pengawasan.
Pengembangannya karena itu perlu disertai kajian mengenai transparansi penggunaan, perlindungan privasi, batas pemanfaatan militer, dan mekanisme pendeteksian agar manfaat ilmiahnya tidak berubah menjadi instrumen penyalahgunaan.
Terobosan UCLA memperlihatkan bahwa kecerdasan buatan tidak hanya mampu memanipulasi gambar di layar, tetapi juga dapat merancang material fisik yang memproses informasi secara langsung melalui hukum interferensi dan difraksi cahaya.
“Cermin pembohong” pada akhirnya belum mematahkan hukum pemantulan, tetapi memanfaatkan hukum fisika secara sangat presisi untuk membuat cahaya menyampaikan gambar berbeda dari realitas yang berada di hadapannya. (Ali)

