Lokasi kejadian berada di Sirkuit Non-Permanen Jalan A.P. Mokoginta, titik yang sejak awal dipadati warga yang menonton balapan.
Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, kepolisian setempat masih melakukan investigasi mendalam untuk mengurai penyebab pasti kecelakaan, termasuk menelusuri standardisasi pengamanan lintasan dan aspek perizinan penyelenggaraan ajang balap tersebut.
Arah penyelidikan itu penting karena tragedi ini membuka pertanyaan besar tentang jarak aman penonton, pengendalian area finis, dan kesiapan panitia menghadapi risiko balapan berkecepatan tinggi.
Kasus ini kini tidak lagi dilihat hanya sebagai insiden olahraga otomotif, melainkan juga ujian serius atas tata kelola keselamatan acara massal.
Di tengah proses investigasi itu, duka keluarga Prada Aldo menjadi wajah paling nyata dari akibat fatal yang ditinggalkan tragedi drag race Kotamobagu.

