SulawesiPos.com – Status WhatsApp terakhir Aiptu Asep Suhara viral di media sosial setelah anggota Sat Samapta Polrestabes Bandung itu meninggal akibat tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung, Minggu dini hari, 9 Agustus 2026, saat sedang bertugas.
Unggahan itu ramai dibagikan kembali pada Senin, 10 Agustus 2026, karena memuat pesan haru almarhum tentang keinginannya tetap mendampingi sang anak hingga tumbuh besar.
“Aku gak minta hidup selamanya. Aku cuma ingin diberi kesempatan melihat anakku tumbuh besar dengan baik,” tulis Aiptu Asep Suhara dalam status WhatsApp yang tangkapan layarnya beredar luas di media sosial.
Dalam status yang sama, almarhum juga menuliskan doa agar tetap dijaga selama anaknya masih membutuhkan sosok ayah.
“Ya Allah, selama anakku masih membutuhkan aku, tolong jaga aku,” bunyi bagian lain dari pesan tersebut.
Kabar duka itu lebih dulu beredar dari unggahan akun resmi kepolisian di Bandung dan Jawa Barat yang menyebut Aiptu Asep meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tabrak lari saat melaksanakan tugas.
Sejumlah laporan yang terbit pada Minggu, 9 Agustus 2026, menempatkan kejadian itu di Jalan Merdeka, dekat Hotel El-Royale, Kota Bandung, sekitar pukul 04.00 WIB.
Aiptu Asep diketahui baru menyelesaikan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD sebelum kecelakaan terjadi ketika ia hendak beristirahat.
Duka Institusi dan Sorotan pada Pesan Terakhir untuk Anak
Di tengah kabar kematiannya, perhatian publik lalu bergeser pada isi status WhatsApp terakhir yang kini dianggap sebagai jejak emosional almarhum sebelum berpulang.
Pesan itu menyentuh banyak warganet karena tidak berisi keluhan panjang, melainkan harapan sederhana seorang ayah untuk melihat anaknya tumbuh besar, mendengar cerita-ceritanya, dan menemaninya melewati fase hidup.
Laporan yang beredar juga menyebut Aiptu Asep meninggalkan seorang istri dan empat anak.
Jenazah almarhum dimakamkan di wilayah Gumuruh, Kota Bandung, pada hari yang sama.
Hingga Senin pagi, 10 Agustus 2026, rincian terbuka mengenai penanganan kasus tabrak lari yang menewaskan Aiptu Asep belum terlihat dipublikasikan lengkap dalam bahan yang beredar luas, tetapi kematian almarhum saat bertugas dan isi pesan terakhirnya sudah telanjur mengundang simpati besar di media sosial.

