SulawesiPos.com – Alsintan Kementan di Serang mulai mengubah cara pandang pemuda desa terhadap pertanian setelah Kelompok Tani Warga Mulia di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, menerima bantuan traktor roda empat pada 2026.
Bagi petani jagung setempat, mekanisasi itu bukan hanya mempercepat pengolahan lahan, tetapi juga membuat pekerjaan bertani terlihat lebih modern dan lebih mungkin dilirik generasi muda.
Maheki Yahdi, 39 tahun, petani jagung yang tergabung dalam kelompok tersebut, mengatakan bantuan traktor itu langsung terasa dalam pekerjaan harian di lahan.
Proses olah tanah yang sebelumnya menyita waktu dan tenaga kini bisa dijalankan lebih cepat dengan dukungan mesin.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian atas bantuan traktor ini. Bantuan ini sangat membantu kami dalam pengolahan lahan sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien,” kata Maheki, Sabtu (8/8).
Namun dampak yang dilihat Maheki tidak berhenti pada efisiensi kerja.
Ia menyebut kehadiran alsintan justru mulai mengubah kesan lama bahwa bertani selalu identik dengan kerja manual berat dan cara-cara tradisional.
“Dengan adanya bantuan ini, teman-teman pemuda di desa juga menjadi tertarik untuk bertani. Mereka melihat pertanian sekarang sudah menggunakan alat dan teknologi, sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah dan hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.
Perubahan cara pandang itu menjadi titik penting dari mekanisasi di tingkat desa.
Ketika pengolahan lahan mulai ditopang teknologi, pertanian tidak lagi sepenuhnya bergantung pada tenaga manusia, melainkan bergerak ke pola kerja yang lebih cepat, efisien, dan terukur.
Mesin Tidak Hanya Mempercepat Lahan
Di tingkat desa, keberadaan alsintan juga membuka ruang ekonomi yang lebih luas daripada sekadar membantu satu kelompok tani.

