SulawesiPos.com – KODO Design dan Jinba-Ittai merupakan dua filosofi yang digunakan Mazda dalam membentuk identitas kendaraan, mulai dari desain hingga karakter berkendara. Kedua filosofi tersebut diterapkan pada berbagai model Mazda dengan interpretasi yang berbeda sesuai karakter masing-masing kendaraan, menurut Mazda.
KODO Design memiliki arti Soul of Motion dan merupakan pendekatan desain Mazda untuk menghadirkan kesan bergerak pada kendaraan meski sedang dalam kondisi diam.
Menurut Mazda, pendekatan tersebut tidak mengandalkan banyak garis dekoratif pada bodi, melainkan memanfaatkan permukaan dengan garis potong minimal serta pantulan cahaya untuk menciptakan kesan dinamis.
Prinsip KODO Design diterapkan pada berbagai lini SUV Mazda dengan interpretasi yang berbeda pada setiap model, sesuai karakter desain kendaraan masing-masing.
Pada Mazda CX-3 dan CX-30, KODO Design diterapkan melalui proporsi ringkas dengan garis bodi tegas untuk menghadirkan kesan lincah, menurut materi Mazda.
Mazda CX-5 menggunakan interpretasi KODO yang lebih klasik, sementara CX-60 mengusung konsep Noble Toughness melalui garis tegas yang menonjolkan karakter ketangguhan sekaligus keanggunan.
Sementara itu, Mazda CX-80 mengadopsi interpretasi Graceful Toughness dengan proporsi lebih panjang dan kesan mengalir sebagai bagian dari karakter desain model tersebut.
Jinba-Ittai Membentuk Karakter Berkendara Mazda
Selain KODO Design, Mazda menggunakan filosofi Jinba-Ittai untuk menggambarkan hubungan antara pengemudi dan kendaraan yang secara harfiah berarti penunggang dan kuda menjadi satu.
Dalam konteks otomotif, Mazda menerjemahkan Jinba-Ittai melalui berbagai pendekatan teknis yang bertujuan membuat kendaraan dapat dikendalikan secara intuitif tanpa membutuhkan usaha berlebihan dari pengemudi.
Pendekatan tersebut diterapkan melalui posisi berkendara, respons kemudi, serta penyaluran tenaga yang dirancang agar hubungan antara pengemudi dan kendaraan terasa lebih natural, menurut materi Mazda.
Pada posisi duduk, sudut jok dan pedal dirancang berdasarkan studi postur tubuh manusia saat rileks, bukan sekadar mengikuti ukuran rata-rata yang digunakan industri otomotif.
Untuk respons kemudi, kalibrasi setir dan suspensi ditujukan untuk memberikan feedback yang konsisten kepada pengemudi pada berbagai tingkat kecepatan, berdasarkan penjelasan Mazda mengenai Jinba-Ittai.
Mazda juga menerapkan G-Vectoring Control Plus atau GVC Plus yang menyesuaikan output mesin secara halus ketika kendaraan menikung untuk membantu proses transfer beban kendaraan.
Menurut Mazda, pendekatan tersebut membantu karakter kendaraan terasa lebih presisi sekaligus dapat mengurangi kelelahan pengemudi ketika melakukan perjalanan dalam jarak jauh.
Filosofi Mazda Mendukung Teknologi Keselamatan
Prinsip yang digunakan Mazda dalam membangun karakter kendaraan turut mendasari rangkaian teknologi keselamatan i-Activsense yang tersedia pada berbagai model dengan detail fitur berbeda sesuai variannya.
Salah satu teknologi tersebut adalah Blind Spot Monitoring yang memberikan peringatan melalui indikator visual dan getaran pada setir untuk membantu pengemudi mengetahui area yang tidak terlihat secara langsung.
Mazda Radar Cruise Control atau MRCC bekerja dengan menjaga jarak kendaraan secara otomatis melalui proses pengereman yang dirancang berlangsung secara halus, menurut materi Mazda.
Sementara itu, Smart Brake Support merupakan sistem pengereman darurat otomatis yang bekerja sebagai bagian dari teknologi bantuan keselamatan kendaraan Mazda.
Mazda menjelaskan bahwa detail fitur i-Activsense dapat berbeda pada setiap model dan varian sehingga spesifikasi resmi masing-masing kendaraan perlu diperiksa sebelum melakukan pembelian.
KODO Design dan Jinba-Ittai dalam Pengalaman Berkendara
KODO Design dan Jinba-Ittai menjadi bagian dari pendekatan Mazda dalam membentuk karakter kendaraan melalui perpaduan antara desain, rekayasa, serta pengalaman berkendara.
Menurut Mazda, kedua filosofi tersebut membantu menjelaskan konsistensi karakter berkendara pada berbagai model yang memiliki perbedaan ukuran dan harga.
KODO Design juga diterapkan pada desain interior, termasuk tata letak dashboard dan posisi kontrol yang mengutamakan jangkauan alami tangan pengemudi, berdasarkan materi Mazda.
Sementara itu, Jinba-Ittai diarahkan untuk membuat kendaraan terasa lebih mudah dikendalikan dan tidak terlalu menuntut usaha fisik sehingga prinsip tersebut dapat diterapkan pada pengemudi dengan berbagai tingkat pengalaman.
Kedua filosofi tersebut menjadi istilah khusus yang digunakan Mazda untuk menjelaskan pendekatan desain dan rekayasanya, sementara produsen otomotif lain memiliki filosofi masing-masing dengan istilah yang berbeda.

