Kementan Klaim Pupuk Murah hingga HPP Gabah Mulai Angkat Kesejahteraan Petani

“Dulu ada 145 regulasi. Sekarang, dari produsen langsung ke petani. Saya minta semua mengawal ini agar petani jangan lagi dipersulit,” tegas Mentan Amran.

Selain penyederhanaan distribusi, Kementan juga menyoroti penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sekitar 20 persen.

Harga urea disebut turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

“Harga pupuk subsidi turun 20 persen. Dulu petani mengeluh pupuk mahal dan langka. Sekarang tebusnya cukup pakai KTP, distribusi dipermudah, dan petani jauh lebih bahagia,” ujar Mentan Amran.

Kementan menilai pembenahan pupuk itu menjadi salah satu fondasi penting peningkatan produksi pangan nasional karena musim tanam bisa dimulai lebih tepat waktu dan biaya produksi petani berkurang.

Di sektor pengairan, pemerintah disebut mengubah pendekatan dari respons bencana menjadi pembangunan sistem mitigasi permanen melalui program pompanisasi nasional, irigasi perpompaan, embung, dam parit, serta bangunan konservasi air lain.

BACA JUGA:  Mentan Amran Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

Hingga 2026, lebih dari 150 ribu unit pompa disebut sudah beroperasi dengan cakupan sekitar empat juta hektare lahan pertanian.

Kementan juga menyoroti modernisasi pertanian melalui distribusi lebih dari 40 ribu unit alat dan mesin pertanian sepanjang 2026, mulai dari traktor roda empat, rice transplanter, combine harvester, dryer, hingga mesin pascapanen.

Langkah itu diperkuat dengan pembentukan lebih dari 1.900 Brigade Pangan, dengan lebih dari 1.100 brigade aktif mengelola ratusan ribu hektare lahan.

Selain itu, perluasan basis produksi disebut dilakukan melalui program Optimalisasi Lahan atau Oplah dan Cetak Sawah, dengan sasaran lahan rawa, lahan tadah hujan, dan lahan tidur yang dihidupkan kembali melalui perbaikan tata air, benih unggul, mekanisasi, dan pendampingan budidaya.

“Dulu ada 145 regulasi. Sekarang, dari produsen langsung ke petani. Saya minta semua mengawal ini agar petani jangan lagi dipersulit,” tegas Mentan Amran.

Selain penyederhanaan distribusi, Kementan juga menyoroti penurunan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sekitar 20 persen.

Harga urea disebut turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan NPK dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.

“Harga pupuk subsidi turun 20 persen. Dulu petani mengeluh pupuk mahal dan langka. Sekarang tebusnya cukup pakai KTP, distribusi dipermudah, dan petani jauh lebih bahagia,” ujar Mentan Amran.

Kementan menilai pembenahan pupuk itu menjadi salah satu fondasi penting peningkatan produksi pangan nasional karena musim tanam bisa dimulai lebih tepat waktu dan biaya produksi petani berkurang.

Di sektor pengairan, pemerintah disebut mengubah pendekatan dari respons bencana menjadi pembangunan sistem mitigasi permanen melalui program pompanisasi nasional, irigasi perpompaan, embung, dam parit, serta bangunan konservasi air lain.

BACA JUGA:  Said Didu: Jangan Ragukan Indonesia Sudah Swasembada Pangan

Hingga 2026, lebih dari 150 ribu unit pompa disebut sudah beroperasi dengan cakupan sekitar empat juta hektare lahan pertanian.

Kementan juga menyoroti modernisasi pertanian melalui distribusi lebih dari 40 ribu unit alat dan mesin pertanian sepanjang 2026, mulai dari traktor roda empat, rice transplanter, combine harvester, dryer, hingga mesin pascapanen.

Langkah itu diperkuat dengan pembentukan lebih dari 1.900 Brigade Pangan, dengan lebih dari 1.100 brigade aktif mengelola ratusan ribu hektare lahan.

Selain itu, perluasan basis produksi disebut dilakukan melalui program Optimalisasi Lahan atau Oplah dan Cetak Sawah, dengan sasaran lahan rawa, lahan tadah hujan, dan lahan tidur yang dihidupkan kembali melalui perbaikan tata air, benih unggul, mekanisasi, dan pendampingan budidaya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru