SulawesiPos.com – Penembakan massal di Thailand mengguncang Debsirin Nonthaburi School, Provinsi Nonthaburi, pada Jumat, 7 Agustus 2026, ketika seorang siswa laki-laki berusia 14 tahun diduga lebih dulu menembak mati dua kakek-neneknya di rumah sebelum masuk ke lingkungan sekolah dan menewaskan sedikitnya lima staf sekolah.
Pelaku kemudian ditemukan tewas, sehingga total korban meninggal dalam insiden ini menjadi delapan orang.
Rangkaian serangan itu terjadi sekitar pukul 10.00 waktu setempat di sekolah yang berada di Bang Kruai, wilayah pinggiran barat laut Bangkok.
Otoritas Thailand menyatakan korban di area sekolah terdiri atas staf pengajar dan administrasi, sementara lebih dari 20 orang lainnya terluka.
Sejumlah laporan awal juga menyebut sebagian korban luka berada dalam kondisi kritis, namun rincian final jumlah korban masih terus diperbarui aparat.
Deputi Menteri Dalam Negeri Thailand Polapee Suwunchwee mengatakan di lokasi kejadian bahwa pelaku adalah siswa kelas 9 di sekolah tersebut.
Aparat juga menyebut senjata yang dipakai diduga merupakan pistol 9 mm yang terdaftar atas nama sang kakek.
Video amatir yang beredar setelah kejadian memperlihatkan suasana panik di dalam kelas ketika para siswa berlindung di bawah meja dan menunggu evakuasi.
Polisi kemudian menutup area sekolah, sementara tim medis dan petugas penyelamat bergantian membawa korban keluar dari lokasi.
Serangan Diduga Berawal dari Rumah
Sebelum datang ke sekolah, remaja itu diduga menembak kakek dan nenek yang tinggal serumah dengannya.
Keterangan tersebut disampaikan pejabat setempat dan menjadi salah satu alasan mengapa lokasi penyelidikan tidak hanya terpusat di kawasan sekolah, tetapi juga di rumah keluarga pelaku.

