Di dunia yang kerap dirobek konflik, kesabaran jutaan orang di gurun ini adalah perlawanan pasif, bukti komitmen mereka pada antikekerasan. Perjalanan fisik yang melelahkan ini menjadi pengalaman spiritual yang menyucikan jiwa.
Senja turun. Siluet menara kembar tempat suci Imam Husein akhirnya merobek cakrawala Karbala. Pria bertelanjang kaki itu memperlambat langkah.
Debu di kakinya tak lagi terasa perih. Kelelahannya menguap, digantikan oleh pendar cahaya kubah keemasan yang menantang pekatnya malam.
Ia telah tiba. Bersama lautan manusia yang mengerucut masuk, menciptakan ombak doa dan amal saleh yang tenang, ia melangkah ke pelataran makam.
Ia menunduk, meletakkan telapak tangan pada jeruji makam, memejamkan mata di tengah bising tangis, menemukan keheningan. Sebuah pengingat: cinta dan keadilan akan selalu menemukan jalan pulang. (estu)

