Laba operasional Erajaya Swasembada melonjak 28,26 persen menjadi Rp1,44 triliun.
Laba per saham dasar (EPS) juga meningkat dari Rp36,00 menjadi Rp50,09.
Adapun laba periode berjalan mencapai Rp872,12 miliar.
Per Juni 2026, total aset perseroan tercatat sebesar Rp29,34 triliun.
Ekuitas meningkat menjadi Rp10,94 triliun dari Rp10,17 triliun pada akhir 2025, sedangkan total liabilitas turun menjadi Rp18,40 triliun.
Saham ERAA Menguat, Investor Asing Catatkan Net Buy
Kinerja fundamental yang positif turut mendorong minat investor terhadap saham ERAA.
Pada perdagangan Selasa (4/8/2026), investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp45,18 miliar.
Harga saham ERAA juga melonjak 7,98 persen ke level Rp460 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp105,2 miliar.
Dalam satu bulan terakhir, saham perusahaan ini telah menguat sekitar 25,68 persen.
Dari sisi kepemilikan saham, PT Eralink International masih menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 55,17 persen.
Selain itu, terdapat sejumlah investor institusi global, termasuk HSBC Ltd-Singapore Branch dan Government of Norway.
Erajaya Lanjutkan Diversifikasi Bisnis
Manajemen Erajaya Swasembada menegaskan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional perusahaan.

