SulawesiPos.com – Cuaca panas akibat musim kemarau panjang membuat pemilik kendaraan perlu memperhatikan kesehatan mobil, khususnya saat menghadapi kemacetan di jalan. Toyota mengingatkan bahwa kondisi macet dengan suhu udara tinggi dapat memicu penguapan oli mesin yang berdampak pada performa kendaraan.
Oli mesin memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pelumas komponen mesin yang saling bergesekan, pelarut kotoran yang dibawa ke filter oli untuk disaring, serta pembantu proses pendinginan mesin.
Panas yang timbul akibat gesekan antar komponen akan diteruskan ke dinding blok mesin dan selanjutnya disalurkan keluar melalui sistem tersebut.
Senyawa kimia dalam oli turut berfungsi mencegah timbulnya karat pada komponen mesin, sekaligus mereduksi zat kimia yang berpotensi menimbulkan karat.
Penyebab Oli Menguap Saat Macet
Kondisi macet membuat radiator kurang mendapatkan embusan udara dingin dari arah depan, sehingga radiator kesulitan bekerja dan suhu ruang mesin meningkat karena kurang optimal melepas panas.
Oli mesin tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga kesulitan melepaskan panas berlebih saat mobil macet dalam suhu lingkungan tinggi.
Oli akan menguap ketika pada batas suhu tertentu energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat energi panas yang terjadi.
Oli mesin Toyota memiliki aditif yang membuatnya lebih tahan panas, namun tetap ada batas suhu maksimal sebelum akhirnya oli menguap.
Toyota merekomendasikan penggantian oli mesin saat servis berkala agar kualitas oli tetap terjaga untuk melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin.
Cara Memantau Kondisi Oli Mesin
Pemilik kendaraan dapat mengecek volume oli secara rutin melalui tongkat pemeriksa atau dipstick sebagai langkah pencegahan.
Volume oli yang berkurang terlalu banyak menjadi tanda adanya masalah pada mesin mobil, yang jika dibiarkan dapat menurunkan usia komponen mesin dan membuatnya cepat rusak.
Turunnya kondisi komponen mesin akan berdampak pada performa yang menurun dan konsumsi bahan bakar yang lebih boros.
Apabila oli mesin habis total, komponen mesin yang bergesekan tanpa pelumas dapat membuat mesin macet dan mengalami kerusakan parah.
Pengecekan melalui dipstick juga dapat digunakan untuk melihat perubahan warna atau kekentalan oli, di mana warna yang berubah seperti kopi susu menandakan oli sudah terkontaminasi air, sementara oli yang terlalu pekat menandakan oli sudah terlalu kotor.
Toyota merekomendasikan servis berkala di bengkel resmi setiap 6 bulan atau 10.000 kilometer, mana yang tercapai lebih dahulu, di mana teknisi akan mengganti oli mesin sekaligus mengecek potensi masalah dan mengganti filter agar oli baru tetap terjaga kondisinya.

