Aku berterima kasih
Pada tuhan dan juga para pahlawan
Yang telah memperjuangkan kemerdekaan
Hingga mereka rela menghilang dari kehidupan
Di madura ada sakera juga para kiai
Yang selalu siap berperang demi merebut kembali NKRI
Selama 350 tahun mereka tak pernah tidur
Untuk memerangi para tentara sekutu
Terima kasih pahlawanku
Sampai sekarang jasamu kan kukenang selalu
Semoga NKRI tetap tegak berdiri
Hingga ribuan agustus mendatang
7. Merdeka
Karya: Siti Wahyu Nurlail
Semoga tak kulihat lagi
Mereka yang menangis darah
Mereka yang menjerit kesakitan
Mereka yang kosong tanpa jiwanya
Mereka yang kering tanpa oase dalam hidupnya
Karena jika aku jadi mereka
Tak kuasa aku menangis darah
Tak kuasa aku menjerit kesakitan
Tak kuasa aku kosong tanpa jiwa
Tak kuasa aku kering tanpa oase dalam hidupku
Karena sesungguhnya yang dikatakan merdeka itu
Tak ada tangis kesedihan
Tak ada jerit kesakitan
Tak ada raga kosong tanpa jiwanya
Tak ada hidup yang kekeringan
Puisi Kemerdekaan Menyentuh Hati
1. Kamilah yang Pantas Merdeka
Karya: Annuqayah
17 Agustus kembali datang
Banyak sejarah, banyak pengorbanan, banyak peninggalan
Museum yang mengabadikan
Buku sejarah yang menceritakan
Inilah kami tidak takut gugur di medan perang
Tujuan kami bukan kematian melainkan kemerdekaan abadi
Wahai penjajah!
Kedatanganmu memberontak, merampas, mencaci maki
dan menyiksa orang-orang tak berdosa
Entah mengapa kata putus asa
Tidak pernah tertulis dalam pendirian kami
Meskipun pada akhirnya kami jadi sejarah
yang mungkin selamanya dikenang
Sebelum itu, darah menjadi minuman kami
Bunyi pistol menjadi syair di setiap derap langkah
Peluruh menjadi makanan kami
Ada yang melintas, ada yang diam
Ada yang menembus tubuh memanggil kematian

