SulawesiPos.com — Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah sekaligus Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, K.H. Muhammad Zaitun Rasmin, menyambut positif paparan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengenai penguatan dukungan kepada petani dan arah hilirisasi sektor pertanian nasional.
Paparan tersebut disampaikan dalam rangkaian Kongres Umat Islam Indonesia VIII Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad, 26 Juli 2026.
Dalam paparannya, Menteri Pertanian menjelaskan bahwa pemerintah terus membantu petani, antara lain dalam aspek permodalan, pembukaan lahan, serta pengadaan peralatan pertanian.
Ia juga menegaskan bahwa salah satu arah penting pembangunan pertanian ke depan adalah hilirisasi.
Komoditas pertanian, menurutnya, tidak semestinya terus diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu diolah menjadi barang jadi agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi bangsa.
“Semua kekayaan negara harus dapat dinikmati oleh seluruh anak bangsa,” ujar Amran.
Ia juga mengajak umat untuk melakukan perubahan dan perbaikan dengan merujuk pada pesan Al-Qur’an dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.
Menanggapi paparan tersebut, Ustaz Zaitun menilai penguatan sektor pertanian harus benar-benar menempatkan petani sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar.
“Dukungan permodalan, pembukaan lahan, dan pengadaan alat pertanian merupakan langkah yang sangat penting. Namun, seluruh kebijakan itu harus dipastikan benar-benar sampai kepada petani dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” ujar Ustaz Zaitun.
Menurutnya, hilirisasi merupakan jalan strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa.


