Ustaz Zaitun Sambut Positif Hilirisasi Pertanian yang Dicanangkan Mentan untuk Kesejahteraan Petani

Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah sementara nilai tambah yang besar justru dinikmati pihak lain.

“Hilirisasi harus membuat bangsa ini lebih mandiri. Hasil pertanian kita perlu diolah di dalam negeri agar menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat industri nasional, dan menambah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ustaz Zaitun juga menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus dilandasi prinsip keadilan.

Sumber daya yang dimiliki negara tidak boleh hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

“Semua kekayaan yang Allah anugerahkan kepada negeri ini harus memberi manfaat kepada seluruh rakyat, terutama para petani, buruh tani, masyarakat desa, dan kelompok yang selama ini berada di lapisan bawah,” tegasnya.

Ia menilai pesan perubahan yang disampaikan Menteri Pertanian sangat relevan.

Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya dengan berharap kepada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan mental, etos kerja, kedisiplinan, dan keberanian untuk berinovasi.

“Pesan Surah Ar-Ra’d ayat 11 mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Umat perlu membangun budaya kerja keras, profesionalisme, amanah, dan kemauan untuk meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Mentan Amran Paparkan Strategi Swasembada Pangan di Indonesia Economic Outlook 2026

Sebagai pemimpin ormas Islam yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, Ustaz Zaitun mendorong pesantren, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga filantropi untuk ikut memperkuat ekosistem pertanian.

“Umat Islam memiliki jaringan yang luas. Potensi ini dapat digunakan untuk pelatihan petani, pengembangan koperasi, pendampingan usaha, penguatan pemasaran, hingga membangun industri pengolahan hasil pertanian,” jelasnya.

Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah sementara nilai tambah yang besar justru dinikmati pihak lain.

“Hilirisasi harus membuat bangsa ini lebih mandiri. Hasil pertanian kita perlu diolah di dalam negeri agar menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, memperkuat industri nasional, dan menambah kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ustaz Zaitun juga menekankan bahwa pengelolaan kekayaan alam harus dilandasi prinsip keadilan.

Sumber daya yang dimiliki negara tidak boleh hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.

“Semua kekayaan yang Allah anugerahkan kepada negeri ini harus memberi manfaat kepada seluruh rakyat, terutama para petani, buruh tani, masyarakat desa, dan kelompok yang selama ini berada di lapisan bawah,” tegasnya.

Ia menilai pesan perubahan yang disampaikan Menteri Pertanian sangat relevan.

Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya dengan berharap kepada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan mental, etos kerja, kedisiplinan, dan keberanian untuk berinovasi.

“Pesan Surah Ar-Ra’d ayat 11 mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Umat perlu membangun budaya kerja keras, profesionalisme, amanah, dan kemauan untuk meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

BACA JUGA:  Ustaz Dasad Latif Klarifikasi Dekati Sherly Tjoanda, Hadiahkan Pantun yang Bikin Heboh

Sebagai pemimpin ormas Islam yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, Ustaz Zaitun mendorong pesantren, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga filantropi untuk ikut memperkuat ekosistem pertanian.

“Umat Islam memiliki jaringan yang luas. Potensi ini dapat digunakan untuk pelatihan petani, pengembangan koperasi, pendampingan usaha, penguatan pemasaran, hingga membangun industri pengolahan hasil pertanian,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru