Ustaz Zaitun Sambut Positif Hilirisasi Pertanian yang Dicanangkan Mentan untuk Kesejahteraan Petani

Ia menilai pesan perubahan yang disampaikan Menteri Pertanian sangat relevan.

Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya dengan berharap kepada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan mental, etos kerja, kedisiplinan, dan keberanian untuk berinovasi.

“Pesan Surah Ar-Ra’d ayat 11 mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Umat perlu membangun budaya kerja keras, profesionalisme, amanah, dan kemauan untuk meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

Sebagai pemimpin ormas Islam yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, Ustaz Zaitun mendorong pesantren, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga filantropi untuk ikut memperkuat ekosistem pertanian.

“Umat Islam memiliki jaringan yang luas. Potensi ini dapat digunakan untuk pelatihan petani, pengembangan koperasi, pendampingan usaha, penguatan pemasaran, hingga membangun industri pengolahan hasil pertanian,” jelasnya.

Ustaz Zaitun berharap kebijakan hilirisasi tidak hanya melahirkan perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang yang adil bagi petani kecil, koperasi, pesantren, dan usaha mikro.

“Hilirisasi harus menjadi jalan naik kelas bagi petani, bukan justru menjauhkan mereka dari hasil kekayaan yang mereka produksi sendiri,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Mentan Amran Tuai Apresiasi Komisi IV DPR RI Usai Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target

KUII VIII secara khusus membahas isu ketahanan dan swasembada pangan menuju kesejahteraan petani melalui Sidang Pleno XVII, yang menghadirkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai salah satu narasumber.

Ia menilai pesan perubahan yang disampaikan Menteri Pertanian sangat relevan.

Menurutnya, perbaikan tidak cukup hanya dengan berharap kepada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan perubahan mental, etos kerja, kedisiplinan, dan keberanian untuk berinovasi.

“Pesan Surah Ar-Ra’d ayat 11 mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Umat perlu membangun budaya kerja keras, profesionalisme, amanah, dan kemauan untuk meningkatkan kapasitas,” ujarnya.

Sebagai pemimpin ormas Islam yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat, Ustaz Zaitun mendorong pesantren, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat Islam, serta lembaga filantropi untuk ikut memperkuat ekosistem pertanian.

“Umat Islam memiliki jaringan yang luas. Potensi ini dapat digunakan untuk pelatihan petani, pengembangan koperasi, pendampingan usaha, penguatan pemasaran, hingga membangun industri pengolahan hasil pertanian,” jelasnya.

Ustaz Zaitun berharap kebijakan hilirisasi tidak hanya melahirkan perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga membuka ruang yang adil bagi petani kecil, koperasi, pesantren, dan usaha mikro.

“Hilirisasi harus menjadi jalan naik kelas bagi petani, bukan justru menjauhkan mereka dari hasil kekayaan yang mereka produksi sendiri,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Baksos IKA Unhas di Panaikang, Warga Ucap Syukur dan Terima Kasih ke Andi Amran Sulaiman

KUII VIII secara khusus membahas isu ketahanan dan swasembada pangan menuju kesejahteraan petani melalui Sidang Pleno XVII, yang menghadirkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai salah satu narasumber.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru