Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, DPR Desak Basarnas Maksimalkan Pencarian

SulawesiPos.com – Lima jurnalis yang berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda hingga kini belum kembali ke daratan. Mereka dilaporkan hilang kontak setelah bertolak menggunakan kapal dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten.

Kabar tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia meminta instansi terkait melakukan pencarian secara maksimal agar keberadaan kelima jurnalis tersebut segera diketahui.

Dasco mengatakan DPR turut memonitor proses pencarian yang berlangsung di lapangan. Ia berharap upaya maksimal dari seluruh instansi terkait dapat memberikan hasil terbaik.

“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta seluruh pihak memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas di kawasan yang memiliki risiko bencana.

Menurut Saan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun para jurnalis yang melakukan peliputan. Karena itu, ia meminta Basarnas terus melakukan pencarian secara sungguh-sungguh.

BACA JUGA:  Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Makassar-Jakarta, 12 Pesawat Batal dan 9 Delay

“DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” kata Saan.

Lima Jurnalis Berangkat Senin Siang

Lima jurnalis tersebut diketahui berangkat menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi, mengatakan rombongan tersebut menyewa kapal milik warga setempat untuk melakukan peliputan.

Mereka berangkat dari wilayah Desa Sukajadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan rencana perjalanan pulang-pergi.

“Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Sandi menyebut terdapat delapan orang dalam rombongan tersebut. Selain lima jurnalis, terdapat seorang guide, nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

“Ada lima jurnalis,” ucapnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang guide yang berada di kapal sempat memberikan kabar kepada istrinya bahwa kondisi perjalanan masih aman. Namun, setelah komunikasi tersebut, keberadaan rombongan tidak lagi diketahui.

“Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak,” ucapnya.

BACA JUGA:  Update Tragedi Bekasi Timur! 81 Luka, Tiga Penumpang Masih Terjepit di Bangkai Kereta

Hilang Kontak Setelah Kirim Lokasi

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan rombongan jurnalis tersebut bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Amrad, salah seorang jurnalis sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Dalam komunikasi tersebut, korban juga sempat mengirimkan lokasi terakhir keberadaan mereka.

SulawesiPos.com – Lima jurnalis yang berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda hingga kini belum kembali ke daratan. Mereka dilaporkan hilang kontak setelah bertolak menggunakan kapal dari kawasan Carita, Pandeglang, Banten.

Kabar tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Ia meminta instansi terkait melakukan pencarian secara maksimal agar keberadaan kelima jurnalis tersebut segera diketahui.

Dasco mengatakan DPR turut memonitor proses pencarian yang berlangsung di lapangan. Ia berharap upaya maksimal dari seluruh instansi terkait dapat memberikan hasil terbaik.

“Kami sudah mendorong kepada instansi terkait dan juga memonitor upaya-upaya yang dilakukan secara maksimal agar kejelasan dari teman-teman tersebut dapat segera diketahui,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta seluruh pihak memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas di kawasan yang memiliki risiko bencana.

Menurut Saan, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun para jurnalis yang melakukan peliputan. Karena itu, ia meminta Basarnas terus melakukan pencarian secara sungguh-sungguh.

BACA JUGA:  Nelayan Selayar Hilang Dua Hari Ditemukan Selamat di Tanakeke

“DPR terus akan berupaya mendorong seluruh pihak terkait untuk secara sungguh-sungguh dan maksimal untuk mencari keberadaan mereka,” kata Saan.

Lima Jurnalis Berangkat Senin Siang

Lima jurnalis tersebut diketahui berangkat menuju perairan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Kepala Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang, Sandi, mengatakan rombongan tersebut menyewa kapal milik warga setempat untuk melakukan peliputan.

Mereka berangkat dari wilayah Desa Sukajadi sekitar pukul 14.00 WIB dengan rencana perjalanan pulang-pergi.

“Berangkat pukul 14.00 WIB kemarin, rencana pulang-pergi dan sampai sekarang nggak ada info,” katanya, Selasa (8/9/2026).

Sandi menyebut terdapat delapan orang dalam rombongan tersebut. Selain lima jurnalis, terdapat seorang guide, nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK).

“Ada lima jurnalis,” ucapnya.

Sekitar pukul 16.00 WIB, seorang guide yang berada di kapal sempat memberikan kabar kepada istrinya bahwa kondisi perjalanan masih aman. Namun, setelah komunikasi tersebut, keberadaan rombongan tidak lagi diketahui.

“Kalau 14.00 WIB berangkat, sekitar pukul 20.00 WIB perkiraan harus sampai darat. Sampai sekarang tidak ada kontak,” ucapnya.

BACA JUGA:  Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Asal Makassar Diserahkan ke Keluarga, Basarnas Sampaikan Duka

Hilang Kontak Setelah Kirim Lokasi

Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan rombongan jurnalis tersebut bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Pada hari Senin tanggal 7 September 2026 pada pukul 14.00 WIB, jurnalis Banten bertolak dari dermaga Pagedongan Carita untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau,” kata Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Amrad, salah seorang jurnalis sempat berkomunikasi dengan jurnalis di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Dalam komunikasi tersebut, korban juga sempat mengirimkan lokasi terakhir keberadaan mereka.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru