Sering Bawa Barang? Ini Fitur Mobil yang Perlu Dipertimbangkan Warga Pinrang

SulawesiPos.com – Warga Kabupaten Pinrang yang rutin membawa hasil pertanian, perikanan, maupun material bangunan perlu memperhatikan sejumlah fitur mobil sebelum memilih kendaraan angkut. Aktivitas tersebut tidak lepas dari karakter ekonomi Pinrang yang bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, ditambah aktivitas perdagangan dan konstruksi yang turut berjalan aktif di daerah tersebut.

Sejumlah komoditas seperti beras, durian, dan pisang merupakan hasil pertanian dan perkebunan yang ada di Pinrang.

Material konstruksi seperti semen, besi, aspal, pasir, dan batu pecah juga termasuk barang yang membutuhkan kendaraan angkut di daerah tersebut.

Berdasarkan data BPS, mobil beban berupa truk dan pikap tercatat berjumlah 8.278 unit di Pinrang, menunjukkan keberadaan kendaraan angkutan barang yang digunakan dalam aktivitas distribusi.

Karakter barang yang bervariasi ini, mulai dari komoditas curah seperti beras hingga barang bervolume besar seperti durian dan material bangunan, membuat dimensi bak, daya angkut, serta konfigurasi bukaan bak menjadi beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan warga sebelum memilih kendaraan.

BACA JUGA:  Fatmawati Rusdi Soroti Dampak Ekonomi Dekranas di Makassar, Transaksi Pameran Diproyeksi Tembus Rp5 Miliar

Dimensi Bak dan Daya Angkut

Dimensi bak menjadi salah satu fitur yang dapat dipertimbangkan karena berkaitan dengan seberapa banyak komoditas curah seperti beras dan gabah, maupun barang bervolume besar seperti durian dan pisang, yang dapat dimuat dalam satu perjalanan.

Isuzu Traga Pick Up FD misalnya memiliki bak dengan panjang 2.810 milimeter dan lebar 1.600 milimeter, menurut data resmi Isuzu Astra Motor Indonesia.

Toyota Hilux Rangga juga menawarkan bak dengan lebar 1.700 milimeter yang diklaim terlebar di kelasnya, sementara Mitsubishi L300 Pick Up Flat Deck memiliki bak dengan panjang 2.630 milimeter dan lebar 1.600 milimeter.

Selain dimensi bak, daya angkut atau payload turut menjadi pertimbangan, dengan Toyota Hilux Rangga memiliki payload hingga 1,2 ton dan Suzuki New Carry Pick Up mencapai payload maksimal 1 ton.

Bukaan Bak Juga Perlu Diperhatikan

Konfigurasi bukaan bak turut menjadi fitur yang dapat dipertimbangkan warga untuk memudahkan proses bongkar muat barang.

BACA JUGA:  FKH Dukung Pemilahan Sampah dari Rumah, Achmad Yusran: Pemulung Justru Punya Peluang Baru

Toyota Hilux Rangga tersedia dalam konfigurasi bukaan satu sisi maupun tiga sisi,, sementara Suzuki New Carry Pick Up memiliki 12 titik pengait pada varian Flat Deck dan 22 titik pengait pada varian Wide Deck.

Selain kondisi barang yang diangkut, jarak tempuh distribusi turut menjadi pertimbangan, mengingat jarak dari Pinrang menuju Kota Makassar mencapai sekitar 185 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam melalui jalur Trans-Sulawesi.

Karena itu, pilihan kendaraan angkut sebaiknya disesuaikan dengan jenis barang, kapasitas muatan, dan pola perjalanan yang paling sering dilakukan.

SulawesiPos.com – Warga Kabupaten Pinrang yang rutin membawa hasil pertanian, perikanan, maupun material bangunan perlu memperhatikan sejumlah fitur mobil sebelum memilih kendaraan angkut. Aktivitas tersebut tidak lepas dari karakter ekonomi Pinrang yang bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, ditambah aktivitas perdagangan dan konstruksi yang turut berjalan aktif di daerah tersebut.

Sejumlah komoditas seperti beras, durian, dan pisang merupakan hasil pertanian dan perkebunan yang ada di Pinrang.

Material konstruksi seperti semen, besi, aspal, pasir, dan batu pecah juga termasuk barang yang membutuhkan kendaraan angkut di daerah tersebut.

Berdasarkan data BPS, mobil beban berupa truk dan pikap tercatat berjumlah 8.278 unit di Pinrang, menunjukkan keberadaan kendaraan angkutan barang yang digunakan dalam aktivitas distribusi.

Karakter barang yang bervariasi ini, mulai dari komoditas curah seperti beras hingga barang bervolume besar seperti durian dan material bangunan, membuat dimensi bak, daya angkut, serta konfigurasi bukaan bak menjadi beberapa fitur yang dapat dipertimbangkan warga sebelum memilih kendaraan.

BACA JUGA:  Heboh! Sejumlah Hiu Penjemur Muncul di Perairan Makassar, Diduga Sedang Bermigrasi

Dimensi Bak dan Daya Angkut

Dimensi bak menjadi salah satu fitur yang dapat dipertimbangkan karena berkaitan dengan seberapa banyak komoditas curah seperti beras dan gabah, maupun barang bervolume besar seperti durian dan pisang, yang dapat dimuat dalam satu perjalanan.

Isuzu Traga Pick Up FD misalnya memiliki bak dengan panjang 2.810 milimeter dan lebar 1.600 milimeter, menurut data resmi Isuzu Astra Motor Indonesia.

Toyota Hilux Rangga juga menawarkan bak dengan lebar 1.700 milimeter yang diklaim terlebar di kelasnya, sementara Mitsubishi L300 Pick Up Flat Deck memiliki bak dengan panjang 2.630 milimeter dan lebar 1.600 milimeter.

Selain dimensi bak, daya angkut atau payload turut menjadi pertimbangan, dengan Toyota Hilux Rangga memiliki payload hingga 1,2 ton dan Suzuki New Carry Pick Up mencapai payload maksimal 1 ton.

Bukaan Bak Juga Perlu Diperhatikan

Konfigurasi bukaan bak turut menjadi fitur yang dapat dipertimbangkan warga untuk memudahkan proses bongkar muat barang.

BACA JUGA:  Sengketa Lahan Diduga Picu Bentrok Warga di Depan Kampus Unifa Makassar

Toyota Hilux Rangga tersedia dalam konfigurasi bukaan satu sisi maupun tiga sisi,, sementara Suzuki New Carry Pick Up memiliki 12 titik pengait pada varian Flat Deck dan 22 titik pengait pada varian Wide Deck.

Selain kondisi barang yang diangkut, jarak tempuh distribusi turut menjadi pertimbangan, mengingat jarak dari Pinrang menuju Kota Makassar mencapai sekitar 185 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 3 hingga 4 jam melalui jalur Trans-Sulawesi.

Karena itu, pilihan kendaraan angkut sebaiknya disesuaikan dengan jenis barang, kapasitas muatan, dan pola perjalanan yang paling sering dilakukan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru