Nama Wamentan Sudaryono Disebut Jadi Kepala BGN, Istana Belum Umumkan Pengganti Nanik S Deyang

SulawesiPos.com Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mulai ramai disebut jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri pada Rabu, 22 Juli 2026. Spekulasi itu menguat di tengah belum adanya pengumuman resmi dari Istana, sementara BGN sedang berada dalam fase pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sampai Rabu siang, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan sosok definitif yang akan menggantikan Nanik. SINDOnews dalam laporannya menyebut nama Sudaryono dikabarkan mengarah ke posisi itu. Namun laporan yang sama juga menegaskan bahwa keputusan resmi belum disampaikan Presiden.

Di saat yang sama, pernyataan Nanik ikut membuka ruang spekulasi. Dalam keterangan yang dikutip detikNews pada Rabu pagi, Nanik menyebut, “Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’, di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang.”

Nanik tidak menyebut nama secara langsung, tetapi pernyataan itu memicu tafsir publik mengenai siapa figur yang dimaksud.

BACA JUGA:  Kejagung Bongkar Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG, Tiga Eks Petinggi BGN Jadi Tersangka

Nama Sudaryono kemudian dinilai relevan karena posisinya selama ini memang dekat dengan isu pangan dan MBG. Sebagai Wamentan, ia beberapa kali berbicara terbuka mengenai dampak program makan bergizi terhadap sektor pertanian. ANTARA pada 26 Mei 2026 mengutip Sudaryono yang mengatakan, “Saya harus katakan atas nama petani bahwa MBG ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap serapan komoditas pertanian kita.”

Pernyataan itu membuat Sudaryono dipandang memahami salah satu dimensi penting dari program MBG, yakni keterkaitannya dengan pasokan pangan, petani, peternak, dan rantai distribusi bahan baku.

Dalam konteks BGN yang kini tidak hanya dituntut mempercepat layanan tetapi juga membenahi tata kelola, nama pejabat dengan latar kuat di sektor pangan menjadi mudah masuk dalam bursa calon pengganti.

Di luar itu, Sudaryono juga bukan nama asing di lingkar pemerintahan Prabowo. Ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 18 Juli 2024 dan belakangan kerap muncul dalam agenda-agenda yang terkait penguatan produksi pangan nasional. Keterhubungannya dengan agenda pangan inilah yang membuat namanya cepat ikut disebut ketika posisi Kepala BGN mendadak lowong.

BACA JUGA:  Siapa Agustina Arumsari? Jejak Auditor BPKP yang Kini Jadi Wakil Kepala BGN dan Calon Kuat Pengganti Nanik S Deyang

Meski begitu, sampai saat ini seluruh pembicaraan soal Sudaryono masih berada pada level kabar dan spekulasi politik birokrasi. Belum ada pernyataan resmi dari Istana, Kementerian Pertanian, maupun Sudaryono sendiri yang memastikan ia akan dipindahkan untuk memimpin BGN.

Kondisi itu membuat arah suksesi di tubuh BGN masih terbuka. Yang sudah pasti, pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan telah dikonfirmasi, sementara kursi pimpinan lembaga pelaksana MBG itu kini menjadi salah satu posisi yang paling disorot.

Di tengah situasi itulah nama Sudaryono muncul sebagai figur yang mulai disebut, tetapi statusnya hingga Rabu, 22 Juli 2026, masih belum lebih dari calon yang ramai diperbincangkan.

SulawesiPos.com Nama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mulai ramai disebut jadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri pada Rabu, 22 Juli 2026. Spekulasi itu menguat di tengah belum adanya pengumuman resmi dari Istana, sementara BGN sedang berada dalam fase pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sampai Rabu siang, Presiden Prabowo Subianto belum mengumumkan sosok definitif yang akan menggantikan Nanik. SINDOnews dalam laporannya menyebut nama Sudaryono dikabarkan mengarah ke posisi itu. Namun laporan yang sama juga menegaskan bahwa keputusan resmi belum disampaikan Presiden.

Di saat yang sama, pernyataan Nanik ikut membuka ruang spekulasi. Dalam keterangan yang dikutip detikNews pada Rabu pagi, Nanik menyebut, “Insyaallah pengganti saya adalah ‘adik saya’, di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang.”

Nanik tidak menyebut nama secara langsung, tetapi pernyataan itu memicu tafsir publik mengenai siapa figur yang dimaksud.

BACA JUGA:  Riwayat Kesehatan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN Setelah 6 Pekan Menjabat Akibat Sakit Jantung

Nama Sudaryono kemudian dinilai relevan karena posisinya selama ini memang dekat dengan isu pangan dan MBG. Sebagai Wamentan, ia beberapa kali berbicara terbuka mengenai dampak program makan bergizi terhadap sektor pertanian. ANTARA pada 26 Mei 2026 mengutip Sudaryono yang mengatakan, “Saya harus katakan atas nama petani bahwa MBG ini memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap serapan komoditas pertanian kita.”

Pernyataan itu membuat Sudaryono dipandang memahami salah satu dimensi penting dari program MBG, yakni keterkaitannya dengan pasokan pangan, petani, peternak, dan rantai distribusi bahan baku.

Dalam konteks BGN yang kini tidak hanya dituntut mempercepat layanan tetapi juga membenahi tata kelola, nama pejabat dengan latar kuat di sektor pangan menjadi mudah masuk dalam bursa calon pengganti.

Di luar itu, Sudaryono juga bukan nama asing di lingkar pemerintahan Prabowo. Ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian pada 18 Juli 2024 dan belakangan kerap muncul dalam agenda-agenda yang terkait penguatan produksi pangan nasional. Keterhubungannya dengan agenda pangan inilah yang membuat namanya cepat ikut disebut ketika posisi Kepala BGN mendadak lowong.

BACA JUGA:  Nanik Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ungkap 'Trauma Pegang Uang' dan Fokus Pengobatan Jantung

Meski begitu, sampai saat ini seluruh pembicaraan soal Sudaryono masih berada pada level kabar dan spekulasi politik birokrasi. Belum ada pernyataan resmi dari Istana, Kementerian Pertanian, maupun Sudaryono sendiri yang memastikan ia akan dipindahkan untuk memimpin BGN.

Kondisi itu membuat arah suksesi di tubuh BGN masih terbuka. Yang sudah pasti, pengunduran diri Nanik karena alasan kesehatan telah dikonfirmasi, sementara kursi pimpinan lembaga pelaksana MBG itu kini menjadi salah satu posisi yang paling disorot.

Di tengah situasi itulah nama Sudaryono muncul sebagai figur yang mulai disebut, tetapi statusnya hingga Rabu, 22 Juli 2026, masih belum lebih dari calon yang ramai diperbincangkan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru