SulawesiPos.com – Badan Pengurus Perwakilan Luar Negeri Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan atau BPPLN-KKSS Eropa periode 2025-2030 resmi dilantik di Den Haag, Belanda, Sabtu (13/6/2026). Pelantikan itu menjadi momentum penguatan jejaring diaspora Sulsel sekaligus promosi budaya di Benua Eropa.
Kegiatan tersebut dihadiri warga KKSS Eropa dan keluarga dari sejumlah negara, antara lain Belanda, Prancis, Jerman, Swiss, Hungaria, Italia, dan Spanyol. Panitia membatasi peserta sekitar 200 orang karena keterbatasan kapasitas ruang pertemuan.
Acara berlangsung dalam tiga sesi, mulai dari prosesi pelantikan, Tudang Sipulung, hingga pentas seni. Rangkaian itu menunjukkan ikatan warga Bugis, Makassar, Toraja, dan Massenrempulu tetap terjaga meski berada jauh dari kampung halaman.
Pelantikan pengurus BPPLN-KKSS Eropa dipimpin Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat KKSS, Lily Amelia Salurapa. Ia hadir mewakili Ketua Umum BPP KKSS dalam kegiatan tersebut.
Pengurus yang dilantik terdiri atas Herlina Zain dari Belanda sebagai ketua, Rara Balasong dari Jerman sebagai sekretaris, dan Rahmatia Lahure Kati dari Prancis sebagai bendahara. Herlina berasal dari Parepare, Rara dari Selayar, sedangkan Rahmatia berasal dari Enrekang.
Dalam sambutan perdananya, Herlina Zain mengingat perjalanan KKSS Eropa yang mulai resmi dilantik pada 5 Juni 2016 di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris, Prancis. Ia menyebut pendirian organisasi diaspora Sulsel di Eropa bukan hal mudah.
Menurut Herlina, keberadaan KKSS Eropa lahir dari kegigihan para pendiri, yakni Jamaluddin Jahid Haneng, Rahmatia Lahure Kati, dan Ranggabittoen Aruanlinggi. Ia menyampaikan terima kasih atas dedikasi para perintis yang telah membuka ruang bagi warga Sulsel di Eropa.
KKSS Eropa juga disebut telah terdaftar sebagai organisasi resmi bidang sosial dan budaya di Prancis. Herlina menilai capaian itu menjadi modal penting untuk menjaga organisasi sebagai rumah bersama warga Sulawesi Selatan di Eropa.
“KKSS Eropa adalah aset keluarga Sulawesi Selatan yang harus dirawat, dilestarikan dan diwariskan ke generasi berikutnya,” kata Herlina Zain, dikutip dari Metromakassar.com.
Herlina berharap ke depan kepengurusan KKSS Eropa tidak hanya diisi generasi pertama asal Sulsel. Ia ingin generasi kedua, termasuk anak-anak diaspora yang tumbuh di Eropa, ikut terlibat dalam kepengurusan organisasi.
Menurut dia, keterlibatan generasi kedua akan menjadi bagian penting dari peta sejarah dan budaya warga Sulsel di luar negeri. Hal itu juga diperlukan agar identitas budaya tetap hidup dalam keluarga diaspora.
Herlina juga menegaskan KKSS Eropa siap menjadi duta Sulawesi Selatan di Benua Eropa. Peran itu diarahkan untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, seni, dan kuliner Sulsel kepada masyarakat internasional.
Namun, ia menilai upaya tersebut membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Sulawesi Selatan. Sinergi itu dibutuhkan agar promosi budaya dan potensi daerah bisa berjalan lebih kuat.
Lily Amelia Salurapa menyampaikan dukungan BPP KKSS terhadap pengurus baru. Ia berharap KKSS Eropa dapat menjadi obor dan jembatan Indonesia di Benua Eropa.
Lily juga mengapresiasi pelaksanaan pelantikan dan pentas seni yang dinilai mampu mempromosikan budaya, seni, kostum, dan gastronomi Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut disebut menjadi ruang penting untuk mengenalkan identitas Sulsel kepada publik Eropa.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Mariska Dwianti Dhanutirto. Ia mengapresiasi antusiasme warga Indonesia, khususnya warga Sulawesi Selatan, yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Mariska juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan KKSS Eropa. Ia menilai penampilan tarian, lagu, kostum, dan kuliner Sulsel menjadi bagian dari promosi budaya dan pariwisata Indonesia di Belanda.
Sesi Tudang Sipulung menjadi ruang silaturahmi warga Sulsel dari berbagai negara Eropa. Para peserta berkomunikasi dengan bahasa daerah, mengenakan kostum khas, dan menikmati kuliner seperti coto Makassar, pallubasa, serta pisang epe.
Pada sesi pentas seni, berbagai tarian dan lagu daerah ditampilkan, termasuk Tari Padduppa dari Bugis dan tari Toraja. Lagu-lagu Bugis, Makassar, Toraja, Massenrempulu, serta lagu daerah Nusantara ikut meramaikan acara.
Pelantikan BPPLN-KKSS Eropa tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga etalase budaya Sulawesi Selatan di jantung Eropa. Melalui kepengurusan baru, diaspora Sulsel diharapkan semakin aktif memperkuat silaturahmi, jejaring, dan diplomasi budaya.


