Pemerintah Tegaskan Program MBG Tetap Berjalan, Qodari Sebut Mandat Politik Prabowo

Sulawesipos.com – Pemerintah menegaskan program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap berjalan karena dinilai menjadi bagian dari mandat politik Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyebut program tersebut merupakan salah satu janji utama yang disampaikan Prabowo sebelum terpilih sebagai presiden.

Dilansir dari ANTARA, Qodari mengatakan Prabowo telah memaparkan visi dan misi kepada masyarakat sebelum mencalonkan diri sebagai presiden. Di dalam visi tersebut, terdapat sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Menurut Qodari, kemenangan Prabowo dalam pemilihan presiden secara demokratis menunjukkan adanya mandat masyarakat untuk menjalankan program-program yang telah dijanjikan. Karena itu, pemerintah menilai MBG tidak dapat diminta berhenti begitu saja.

MBG Disebut Bagian dari Kontrak Politik Prabowo

Qodari menyebut program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari kontrak politik Prabowo dengan rakyat. Ia menilai program yang menjadi janji kampanye harus diberi ruang untuk dijalankan oleh pemerintah.

BACA JUGA:  Kejagung Tegaskan 21.801 Motor Listrik BGN Tak Disita, Tetap Dipakai untuk Program MBG

“Bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari.

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG. Pemerintah mengakui adanya tantangan dalam implementasi, tetapi menilai persoalan tersebut harus dijawab dengan perbaikan, bukan penghentian program.

Qodari juga menyebut MBG memiliki tujuan sosial yang penting. Program tersebut disebut hadir untuk menjawab persoalan gizi anak-anak dan balita di Indonesia yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka.

Pemerintah Buka Ruang Masukan untuk Perbaikan

Meski menegaskan program tetap berjalan, Qodari menyatakan pemerintah membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari masyarakat. Masukan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program bisa berjalan lebih baik.

Menurutnya, tantangan dalam pelaksanaan MBG tidak semestinya menjadi dasar untuk menghentikan program. Pemerintah disebut akan terus memperbaiki tata kelola agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Sudaryono The Hambalang Boys Jadi Kepala BGN, Ini Lingkar Loyalis Muda Prabowo yang Mendapat Jabatan Strategis

“Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya,” jelasnya.

Qodari menilai perbaikan tata kelola menjadi jalan yang perlu ditempuh pemerintah. Dengan begitu, program prioritas tersebut tetap dapat dijalankan sambil menjawab kritik dan kendala teknis di lapangan.

Program Prabowo Diklaim untuk Jawab Masalah Masyarakat

Selain MBG, Qodari menyebut sejumlah program kerja Presiden Prabowo dirancang sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Ia mencontohkan kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam strategis.

Menurut Qodari, pemerintah berupaya menghentikan praktik kecurangan dalam ekspor sumber daya alam dan meningkatkan penerimaan negara melalui mekanisme ekspor satu pintu. Kebijakan itu disebut bagian dari agenda transformasi nasional.

Ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Program-program tersebut diklaim menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Qodari meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan program-program tersebut selama masa jabatannya. Ia menilai pemerintah sedang berupaya melaksanakan solusi yang telah ditawarkan kepada rakyat.

BACA JUGA:  Mentan Amran Sidak Kebun Pembibitan di Manado, Minta Aparat Awasi Ketat

“Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan,” pungkas Qodari.

Sulawesipos.com – Pemerintah menegaskan program Makan Bergizi Gratis atau MBG tetap berjalan karena dinilai menjadi bagian dari mandat politik Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyebut program tersebut merupakan salah satu janji utama yang disampaikan Prabowo sebelum terpilih sebagai presiden.

Dilansir dari ANTARA, Qodari mengatakan Prabowo telah memaparkan visi dan misi kepada masyarakat sebelum mencalonkan diri sebagai presiden. Di dalam visi tersebut, terdapat sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis.

Menurut Qodari, kemenangan Prabowo dalam pemilihan presiden secara demokratis menunjukkan adanya mandat masyarakat untuk menjalankan program-program yang telah dijanjikan. Karena itu, pemerintah menilai MBG tidak dapat diminta berhenti begitu saja.

MBG Disebut Bagian dari Kontrak Politik Prabowo

Qodari menyebut program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari kontrak politik Prabowo dengan rakyat. Ia menilai program yang menjadi janji kampanye harus diberi ruang untuk dijalankan oleh pemerintah.

BACA JUGA:  Mentan Amran Sidak Kebun Pembibitan di Manado, Minta Aparat Awasi Ketat

“Bahwa yang namanya MBG tidak bisa diminta langsung berhenti. Karena itu adalah visi-visi dan kontrak politiknya Pak Prabowo. Presiden Prabowo dipilih karena program kerja yang dilaksanakan, (program tersebut) tidak bisa diberhentikan,” kata Qodari.

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG. Pemerintah mengakui adanya tantangan dalam implementasi, tetapi menilai persoalan tersebut harus dijawab dengan perbaikan, bukan penghentian program.

Qodari juga menyebut MBG memiliki tujuan sosial yang penting. Program tersebut disebut hadir untuk menjawab persoalan gizi anak-anak dan balita di Indonesia yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka.

Pemerintah Buka Ruang Masukan untuk Perbaikan

Meski menegaskan program tetap berjalan, Qodari menyatakan pemerintah membuka ruang diskusi dan menerima masukan dari masyarakat. Masukan tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program bisa berjalan lebih baik.

Menurutnya, tantangan dalam pelaksanaan MBG tidak semestinya menjadi dasar untuk menghentikan program. Pemerintah disebut akan terus memperbaiki tata kelola agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Board of Peace Itu Apa? Ini Penjelasan Lengkap di Tengah Polemik Keterlibatan Indonesia

“Salah besar kalau justru menuntut Pak Prabowo untuk menghentikan program itu. Karena itu justru janji kampanyenya,” jelasnya.

Qodari menilai perbaikan tata kelola menjadi jalan yang perlu ditempuh pemerintah. Dengan begitu, program prioritas tersebut tetap dapat dijalankan sambil menjawab kritik dan kendala teknis di lapangan.

Program Prabowo Diklaim untuk Jawab Masalah Masyarakat

Selain MBG, Qodari menyebut sejumlah program kerja Presiden Prabowo dirancang sebagai solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Ia mencontohkan kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam strategis.

Menurut Qodari, pemerintah berupaya menghentikan praktik kecurangan dalam ekspor sumber daya alam dan meningkatkan penerimaan negara melalui mekanisme ekspor satu pintu. Kebijakan itu disebut bagian dari agenda transformasi nasional.

Ia juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan. Program-program tersebut diklaim menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

Qodari meminta masyarakat memberi kesempatan kepada Presiden Prabowo untuk menjalankan program-program tersebut selama masa jabatannya. Ia menilai pemerintah sedang berupaya melaksanakan solusi yang telah ditawarkan kepada rakyat.

BACA JUGA:  Khofifah Sebut Siswa Sekolah Rakyat Banyak Yang Brilian dan Berlian

“Ketika Pak Prabowo menjabat, beliau berusaha menjalankan solusi itu. Nah, berikan kesempatan kepada beliau untuk melaksanakan,” pungkas Qodari.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru