Sulawesipos.com – Kebakaran di permukiman padat Makassar menghanguskan 10 rumah semi permanen di Jalan Alauddin III, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Rabu (17/6/2026). Api diduga berasal dari korsleting listrik sebelum cepat membesar dan merambat ke bangunan sekitar.
Dilansir dari iNews, kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk dengan sebagian bangunan semi permanen berlantai dua. Kondisi cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat kobaran api lebih cepat menjalar ke rumah-rumah warga.
Peristiwa itu memicu kepanikan warga di sekitar lokasi. Sejumlah korban disebut menangis histeris saat melihat rumah dan harta benda mereka hangus dilalap api.
Api Cepat Merambat di Kawasan Padat Penduduk
Api cepat membesar karena bangunan yang terbakar berada di kawasan padat penduduk.
Sebagian rumah yang terbuat dari material semi permanen membuat kobaran api mudah menyebar dari satu bangunan ke bangunan lain.
Kondisi angin kencang saat kejadian juga memperburuk situasi. Kobaran api disebut dengan cepat merambat hingga menghanguskan 10 rumah warga di kawasan Jalan Alauddin III.
Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih bisa dibawa.
Namun, cepatnya api menyebar membuat banyak harta benda tidak sempat diselamatkan.
Damkarmat Makassar Kerahkan 16 Armada
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar mengerahkan 16 unit armada untuk memadamkan api.
Armada tersebut diterjunkan dari markas komando dan Posko Timur setelah petugas menerima laporan kebakaran.
Petugas pemadam berjibaku lebih dari satu jam untuk mengendalikan api.
Upaya pemadaman dilakukan dengan menyisir titik api agar kobaran tidak kembali membesar dan merembet ke rumah lain.
Proses pemadaman sempat terkendala akses menuju titik kebakaran.
Lokasi kejadian berada di dalam lorong sempit sehingga kendaraan pemadam sulit menjangkau area yang paling dekat dengan sumber api.
Penyebab Kebakaran Diduga Korsleting Listrik
Dugaan awal kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut berdasarkan informasi awal yang tersedia.
Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar karena 10 rumah warga ludes terbakar.
Kebakaran ini menjadi pengingat bagi warga di kawasan padat penduduk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap instalasi listrik.
Pemeriksaan berkala jaringan listrik rumah menjadi penting untuk mengurangi risiko kebakaran serupa.


