Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Luhut Cs Minta Prabowo Perketat Efisiensi Anggaran MBG

SulawesiPos.com – Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian serius pemerintah.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Peringatan itu disampaikan dalam laporan ekonomi makro yang diserahkan DEN kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama sejumlah anggota DEN, seperti Chatib Basri, Hario Seto, serta Mochammad Firman Hidayat.

Menurut DEN, selain berdampak pada sektor keuangan, ini juga merembet ke harga barang dan jasa yang berkaitan dengan impor maupun komponen produksi yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Ekonom Chatib Basri menilai situasi tersebut perlu diantisipasi melalui langkah-langkah yang mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Salah satu instrumen yang dinilai penting adalah menjaga disiplin fiskal melalui efisiensi belanja negara.

BACA JUGA:  Rupiah Bertahan di Level Rp18.000, Tiga Barang Ini Berpotensi Naik Harga Jika Pelemahan Berlanjut

“Yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan Rupiah. Karena ini tentu akan berdampak pada kelompok menengah bawah,” ujarnya usai pertemuan.

Dalam laporannya kepada Presiden, DEN juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih selektif di tengah tekanan ekonomi global.

Efisiensi belanja pemerintah dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah menjaga kesehatan fiskal.

Chatib menyebut langkah penghematan tersebut perlu diterapkan pada berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Termasuk di antaranya di dalam kaitan dengan MBG,” tambah Chatib.

Menurutnya, evaluasi terhadap penggunaan anggaran ialah memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

SulawesiPos.com – Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat mulai menjadi perhatian serius pemerintah.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengingatkan bahwa kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan masyarakat, terutama bagi kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Peringatan itu disampaikan dalam laporan ekonomi makro yang diserahkan DEN kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut hadir Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bersama sejumlah anggota DEN, seperti Chatib Basri, Hario Seto, serta Mochammad Firman Hidayat.

Menurut DEN, selain berdampak pada sektor keuangan, ini juga merembet ke harga barang dan jasa yang berkaitan dengan impor maupun komponen produksi yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Ekonom Chatib Basri menilai situasi tersebut perlu diantisipasi melalui langkah-langkah yang mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional.

Salah satu instrumen yang dinilai penting adalah menjaga disiplin fiskal melalui efisiensi belanja negara.

BACA JUGA:  Rupiah Tembus Rp17.700, Menkeu Tegaskan Ekonomi 2026 Jauh Lebih Kuat Dibanding Krisis 1998

“Yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari pelemahan Rupiah. Karena ini tentu akan berdampak pada kelompok menengah bawah,” ujarnya usai pertemuan.

Dalam laporannya kepada Presiden, DEN juga menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang lebih selektif di tengah tekanan ekonomi global.

Efisiensi belanja pemerintah dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah menjaga kesehatan fiskal.

Chatib menyebut langkah penghematan tersebut perlu diterapkan pada berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas nasional.

“Termasuk di antaranya di dalam kaitan dengan MBG,” tambah Chatib.

Menurutnya, evaluasi terhadap penggunaan anggaran ialah memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru