Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan rupiah hingga Rp17.700 per dolar AS pada 2026 berbeda jauh dengan krisis 1998. Inflasi rendah, ekonomi tumbuh positif, perbankan dan cadangan devisa dinilai kuat.
Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh Rp17.613 per dolar AS pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Ketegangan geopolitik global disebut jadi pemicu utama.
Nilai tukar rupiah anjlok hingga menembus Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Pelemahan dipicu penguatan indeks dolar AS dan kenaikan harga minyak dunia.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS dipengaruhi sentimen sementara, sementara fundamental ekonomi dan IHSG dinilai masih kuat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi rupiah akan menguat dalam dua pekan ke depan seiring membaiknya ekonomi nasional dan meningkatnya kepercayaan investor.
Nilai tukar rupiah ditutup di level terlemah sepanjang sejarah pada 13 Januari 2026 di Rp16.877 per dolar AS. HSBC memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga Rp17.000.