SulawesiPos.com – Kegembiraan tak terbendung terpancar dari wajah para petani di Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Program kemitraan pertanian ini menggunakan teknologi pupuk hayati Biotani Plus terbukti membuahkan hasil manis.
Produksi padi di wilayah tersebut dilaporkan meningkat drastis hingga lebih dari 30% dibandingkan masa tanam sebelumnya yang masih menggunakan metode pertanian konvensional.
Dalam acara panen perdana yang digelar pada Rabu (6/5/2026), para petani dan pihak terkait menyaksikan langsung melimpahnya hasil bulir padi.
Salah satu petani, Muksin, mengaku sangat terkejut dengan kualitas padi yang dihasilkan kali ini.
“Waduh, saya baru ini, Pak. Merasakan nyawah (bertani) baru kali ini sebagus begini. Pokoknya cek aja apa adanya, Pak. Baru ini aja saya memakai obat (pupuk) ini. Awalnya saya ragu, benar, obat begini,” ujar Muksin dengan nada antusias saat diwawancarai di sela-sela kegiatan panen tersebut.
Owner Biota Grup, Muhammad Ali Ngewa, yang turut hadir dalam kegiatan menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bagian dari konsep kemitraan yang komprehensif untuk membantu petani.
“Alhamdulillah ini kita sudah melakukan panen perdana kemitraan Biota, yang hasilnya tadi sudah dilihat mencapai 11 ton ke atas,” ujar Ali.
Ia juga menjelaskan bahwa konsep yang diterapkan ini dapat membantu petani karena dalam paket tersebut setiap produk memiliki kegunaan masing-masing yang dapat membantu petani.
“Kemitraan Biota itu merupakan suatu konsep yang bisa membantu petani, yang mana paket Biota itu sudah lengkap produknya; ada pupuk, pestisida nabati, fungisida organik untuk penyakit, dan pupuk hayati untuk penggemburan tanah,” jelas Ali.
Kerja sama ini juga diklaim bukan hanya meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas tanah.
Selain itu, saat ini, telah berlangsung proyek kerja sama dengan salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Sangiang Seri dan juga Badan Riset Inovasi Nasional.
Solusi Biaya dan Bonus Ibadah Umrah
Selain meningkatkan volume panen, program kemitraan ini menawarkan skema pembiayaan yang sangat meringankan.
Petani cukup membayar 50% biaya pupuk di awal, sementara sisanya dapat dilunasi setelah masa panen tiba.
Tak hanya soal produktivitas, kemitraan ini juga memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kesejahteraan petani.
Sebagai bentuk apresiasi, terdapat program pemberangkatan umrah bagi petani dengan sistem cicilan yang sangat fleksibel, yakni pelunasan dilakukan setelah kepulangan dari tanah suci.

