Kasus Dugaan Pelecehan di Universitas Riau, Dokter Dinonaktifkan dan Satgas Lakukan Investigasi

SulawesiPos.com — Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter di Klinik Pratama Universitas Riau terus ditangani secara intensif.

Pihak kampus telah mengambil langkah awal dengan menonaktifkan sementara dokter terlapor dari tugas pelayanan guna menjaga independensi proses pemeriksaan.

“Sebagai langkah awal, pihak universitas telah mengambil tindakan administratif dengan menonaktifkan sementara terlapor dari tugas pelayanan,” demikian pernyataan resmi kampus, dikutip dari JawaPos, Sabtu (2/5/2026).

Wakil Rektor II Unri, Yuana Nurulita, menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi perhatian serius universitas.

Melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT), proses investigasi dilakukan secara hati-hati, objektif, dan profesional.

Pemeriksaan meliputi pemanggilan terlapor berinisial LH, pendalaman keterangan korban, dan rencana pemeriksaan saksi ahli.

Fokus pada Perlindungan Korban

Selain proses hukum, Unri juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban.

Kampus memastikan korban mendapatkan ruang aman, pendampingan, serta dukungan psikologis selama proses berlangsung.

“Kami juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap para korban serta memberikan pendampingan psikologis,” ujar pihak Satgas.

BACA JUGA: 
BEM PNUP Soal Kasus Kekerasan Seksual: Ada Dugaan Tekanan Balik, Pemecatan Harus Ditegakkan

Unri mengonfirmasi bahwa terlapor berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga proses disiplin mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.

Penonaktifan sementara ditegaskan bukan bentuk vonis, melainkan langkah administratif untuk menjaga integritas investigasi.

Investigasi Ditargetkan 30 Hari

Proses pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kerja sejak 27 April.

Setelah seluruh tahapan selesai, Satgas akan menyusun kesimpulan akhir sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya.

Unri menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan berkeadilan.

 

SulawesiPos.com — Dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter di Klinik Pratama Universitas Riau terus ditangani secara intensif.

Pihak kampus telah mengambil langkah awal dengan menonaktifkan sementara dokter terlapor dari tugas pelayanan guna menjaga independensi proses pemeriksaan.

“Sebagai langkah awal, pihak universitas telah mengambil tindakan administratif dengan menonaktifkan sementara terlapor dari tugas pelayanan,” demikian pernyataan resmi kampus, dikutip dari JawaPos, Sabtu (2/5/2026).

Wakil Rektor II Unri, Yuana Nurulita, menegaskan bahwa penanganan kasus ini menjadi perhatian serius universitas.

Melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT), proses investigasi dilakukan secara hati-hati, objektif, dan profesional.

Pemeriksaan meliputi pemanggilan terlapor berinisial LH, pendalaman keterangan korban, dan rencana pemeriksaan saksi ahli.

Fokus pada Perlindungan Korban

Selain proses hukum, Unri juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban.

Kampus memastikan korban mendapatkan ruang aman, pendampingan, serta dukungan psikologis selama proses berlangsung.

“Kami juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap para korban serta memberikan pendampingan psikologis,” ujar pihak Satgas.

BACA JUGA: 
BEM PNUP Soal Kasus Kekerasan Seksual: Ada Dugaan Tekanan Balik, Pemecatan Harus Ditegakkan

Unri mengonfirmasi bahwa terlapor berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sehingga proses disiplin mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021.

Penonaktifan sementara ditegaskan bukan bentuk vonis, melainkan langkah administratif untuk menjaga integritas investigasi.

Investigasi Ditargetkan 30 Hari

Proses pemeriksaan dijadwalkan berlangsung selama 30 hari kerja sejak 27 April.

Setelah seluruh tahapan selesai, Satgas akan menyusun kesimpulan akhir sebagai dasar penentuan langkah selanjutnya.

Unri menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan berkeadilan.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru