SulawesiPos.com – Upaya mengungkap penyebab kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam kini memasuki tahap investigasi.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menerjunkan tim khusus ke lokasi kejadian.
KNKT memastikan tiga investigator sudah berada di lapangan sejak malam insiden terjadi.
“Sejak tadi malam, tiga orang investigator kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan investigasi,” demikian keterangan resmi KNKT.
Meski investigasi telah berjalan, KNKT belum dapat menyimpulkan penyebab awal kecelakaan. Proses pengumpulan data dan fakta masih terus dilakukan.
Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo, menyebut tim bekerja intensif sejak awal kejadian.
“Tim investigasi KNKT sudah berada di lokasi kejadian dari tadi malam untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan ini meningkat menjadi 15 orang.
Sementara itu, sebanyak 84 penumpang mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar Bekasi Timur, termasuk RS Keluarga Primaya Bekasi Timur dan RSUD Bekasi Timur.
Pernyataan Pihak KAI
Pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang optimal. Biaya pengobatan ditanggung oleh KAI bersama pihak asuransi.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan belasungkawa kepada para korban.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan kami atas kejadian ini,” katanya.
KAI juga melaporkan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada penumpang KRL Commuter Line yang terdampak langsung dalam kecelakaan tersebut.

