SulawesiPos.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Komitmen tersebut merupakan arahan langsung dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang memastikan pelaku penyerangan akan ditindak tegas.
Kepala Divisi Humas Polri Johnny Eddizon Isir mengatakan penyidik dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri akan bekerja serius untuk mengungkap kasus tersebut.
“Kami segenap personel Polri dalam hal ini penyidik, baik yang ada di Polres Jakarta Pusat, yang ada di Polda Metro Jaya, termasuk dari Mabes Polri yang mem-backup, akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” ujarnya.
Menurut Isir, proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation.
Metode tersebut mengutamakan pengumpulan serta analisis bukti secara ilmiah agar penanganan perkara berlangsung secara prosedural dan profesional.
Saat ini, polisi tengah mendalami keterangan para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Selain itu, penyidik juga mengumpulkan berbagai barang bukti digital untuk membantu mengungkap identitas pelaku.
Salah satu bukti yang sedang dianalisis adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Polisi berharap analisis rekaman tersebut dapat membantu mengidentifikasi pelaku penyerangan.
“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat teridentifikasi segera, mohon dukungan doa,” kata Isir.
Korban alami luka bakar 24 persen
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam.
Serangan tersebut terjadi setelah Andrie mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta Pusat.
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyatakan korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.
“Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen.
KontraS Nilai Serangan Upaya Bungkam Kritik
KontraS menilai serangan tersebut merupakan upaya untuk membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia.
Karena itu, organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” ujar Dimas.

