Profil Blueray Cargo, Perusahaan Impor yang Terseret Kasus Suap Oknum Bea Cukai

Overview

  • Kasus suap impor di Bea Cukai menyeret perusahaan jasa logistik dengan dugaan aliran setoran rutin kepada oknum pejabat.
  • KPK mengungkap modus pengondisian sistem pemeriksaan yang meloloskan barang ilegal tanpa pengecekan fisik.
  • Pemilik perusahaan John Field kini menjadi buronan setelah melarikan diri saat operasi tangkap tangan.

SulawesiPos.com – Nama Blueray Cargo mencuat ke publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap terhadap oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pengurusan impor barang.

Bahkan, dalam pengembangan perkara ini, KPK menyatakan pemilik Blueray Cargo, John Field, telah masuk daftar pencarian setelah melarikan diri saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan.

Perusahaan Blueray Cargo dikenal sebagai salah satu pemain besar di sektor jasa pengiriman dan impor barang internasional ke Indonesia.

Perusahaan Impor dengan Jaringan Global

Blueray Cargo merupakan perusahaan jasa impor yang berbasis di Jakarta dan telah beroperasi sejak tahun 2001.

Selama lebih dari dua dekade, perusahaan ini menyediakan layanan pengiriman barang dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman, Inggris, hingga Taiwan menuju Indonesia.

BACA JUGA:  KPK OTT di Cilacap, 27 Orang Diamankan Termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman

Dengan mengandalkan pengiriman melalui jalur udara dan laut, Blueray Cargo melayani ribuan pelaku usaha, khususnya pedagang grosir yang tersebar di pusat-pusat perdagangan besar di Jakarta seperti Glodok, Mangga Dua, Harco, serta wilayah lain di Indonesia.

Fasilitas yang ditawarkan Blueray Cargo

Beberapa fasilitas yang disediakan Blueray Cargo, di antaranya:

Sistem Satu Harga dan Layanan Terpadu

Dalam operasionalnya, Blueray Cargo mengusung konsep satu harga (all in) untuk layanan impor.

Skema ini mencakup pengurusan barang dari negara asal, proses pengiriman internasional, hingga distribusi ke tangan pelanggan di dalam negeri.

Perusahaan ini memposisikan diri sebagai penyedia layanan impor cepat dengan fokus pada efisiensi waktu dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan kepastian jadwal pengiriman.

Fasilitas Gudang dan Cabang Domestik

Blueray Cargo mengklaim memiliki jaringan gudang di sejumlah negara serta cabang operasional di beberapa kota besar di Indonesia.

Infrastruktur ini disebut mendukung kelancaran arus barang lintas negara, baik untuk pengiriman skala kecil maupun besar.

BACA JUGA:  Harta Bupati Tulungagung Capai Rp20,3 MIliar, Punya 20 Tanah dan 18 Kendaraan Tanpa Utang

Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra logistik, pelabuhan, dan maskapai penerbangan internasional untuk menunjang distribusi barang.

Layanan Pengiriman Udara dan Laut

Dalam praktiknya, Blueray Cargo menawarkan dua moda utama pengiriman, yakni:

  • Pengiriman udara, dengan opsi reguler dan ekspres melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan internasional.
  • Pengiriman laut, meliputi layanan Less Container Load (LCL) dan Full Container Load (FCL), yang ditujukan untuk kebutuhan pengiriman barang dalam berbagai skala volume.

Kedua layanan ini menjadi tulang punggung aktivitas impor perusahaan selama bertahun-tahun.

Sorotan Usai Terungkapnya Kasus Suap

Reputasi Blueray Cargo kini berada dalam sorotan setelah KPK mengungkap dugaan aliran dana kepada oknum Bea Cukai guna meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik.

Dalam perkara tersebut, penyidik mendalami dugaan masuknya barang ilegal, termasuk barang palsu atau tidak sesuai ketentuan.

KPK menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada individu yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan terus dikembangkan untuk menelusuri peran pihak-pihak lain yang terlibat.

BACA JUGA:  KPK Sita Uang, Emas, dan Jam Mewah Senilai Rp 40,5 Miliar dalam OTT Bea Cukai

Kasus ini sekaligus membuka kembali diskursus publik mengenai pengawasan impor dan integritas sistem kepabeanan di Indonesia, khususnya terhadap perusahaan jasa logistik berskala besar.

Overview

  • Kasus suap impor di Bea Cukai menyeret perusahaan jasa logistik dengan dugaan aliran setoran rutin kepada oknum pejabat.
  • KPK mengungkap modus pengondisian sistem pemeriksaan yang meloloskan barang ilegal tanpa pengecekan fisik.
  • Pemilik perusahaan John Field kini menjadi buronan setelah melarikan diri saat operasi tangkap tangan.

SulawesiPos.com – Nama Blueray Cargo mencuat ke publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap terhadap oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam pengurusan impor barang.

Bahkan, dalam pengembangan perkara ini, KPK menyatakan pemilik Blueray Cargo, John Field, telah masuk daftar pencarian setelah melarikan diri saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan.

Perusahaan Blueray Cargo dikenal sebagai salah satu pemain besar di sektor jasa pengiriman dan impor barang internasional ke Indonesia.

Perusahaan Impor dengan Jaringan Global

Blueray Cargo merupakan perusahaan jasa impor yang berbasis di Jakarta dan telah beroperasi sejak tahun 2001.

Selama lebih dari dua dekade, perusahaan ini menyediakan layanan pengiriman barang dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Jepang, Jerman, Inggris, hingga Taiwan menuju Indonesia.

BACA JUGA:  KPK Sita Uang, Emas, dan Jam Mewah Senilai Rp 40,5 Miliar dalam OTT Bea Cukai

Dengan mengandalkan pengiriman melalui jalur udara dan laut, Blueray Cargo melayani ribuan pelaku usaha, khususnya pedagang grosir yang tersebar di pusat-pusat perdagangan besar di Jakarta seperti Glodok, Mangga Dua, Harco, serta wilayah lain di Indonesia.

Fasilitas yang ditawarkan Blueray Cargo

Beberapa fasilitas yang disediakan Blueray Cargo, di antaranya:

Sistem Satu Harga dan Layanan Terpadu

Dalam operasionalnya, Blueray Cargo mengusung konsep satu harga (all in) untuk layanan impor.

Skema ini mencakup pengurusan barang dari negara asal, proses pengiriman internasional, hingga distribusi ke tangan pelanggan di dalam negeri.

Perusahaan ini memposisikan diri sebagai penyedia layanan impor cepat dengan fokus pada efisiensi waktu dan kemudahan bagi pelanggan, terutama bagi pelaku usaha yang membutuhkan kepastian jadwal pengiriman.

Fasilitas Gudang dan Cabang Domestik

Blueray Cargo mengklaim memiliki jaringan gudang di sejumlah negara serta cabang operasional di beberapa kota besar di Indonesia.

Infrastruktur ini disebut mendukung kelancaran arus barang lintas negara, baik untuk pengiriman skala kecil maupun besar.

BACA JUGA:  Intip Daftar Aset Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Harta Capai Rp85 Miliar

Selain itu, perusahaan menjalin kerja sama dengan berbagai mitra logistik, pelabuhan, dan maskapai penerbangan internasional untuk menunjang distribusi barang.

Layanan Pengiriman Udara dan Laut

Dalam praktiknya, Blueray Cargo menawarkan dua moda utama pengiriman, yakni:

  • Pengiriman udara, dengan opsi reguler dan ekspres melalui kerja sama dengan maskapai penerbangan internasional.
  • Pengiriman laut, meliputi layanan Less Container Load (LCL) dan Full Container Load (FCL), yang ditujukan untuk kebutuhan pengiriman barang dalam berbagai skala volume.

Kedua layanan ini menjadi tulang punggung aktivitas impor perusahaan selama bertahun-tahun.

Sorotan Usai Terungkapnya Kasus Suap

Reputasi Blueray Cargo kini berada dalam sorotan setelah KPK mengungkap dugaan aliran dana kepada oknum Bea Cukai guna meloloskan barang impor tanpa pemeriksaan fisik.

Dalam perkara tersebut, penyidik mendalami dugaan masuknya barang ilegal, termasuk barang palsu atau tidak sesuai ketentuan.

KPK menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada individu yang telah ditetapkan sebagai tersangka, melainkan terus dikembangkan untuk menelusuri peran pihak-pihak lain yang terlibat.

BACA JUGA:  KPK OTT di Cilacap, 27 Orang Diamankan Termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman

Kasus ini sekaligus membuka kembali diskursus publik mengenai pengawasan impor dan integritas sistem kepabeanan di Indonesia, khususnya terhadap perusahaan jasa logistik berskala besar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru