Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan kelelawar atau babi terinfeksi, konsumsi makanan tercemar, hingga penularan antarmanusia.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai Indonesia
Keberadaan kelelawar pemakan buah dari famili Pteropodidae yang tersebar luas di wilayah tropis termasuk Indonesia menjadi salah satu faktor risiko utama.
Mobilitas manusia dan perdagangan lintas negara juga dinilai berpotensi membuka jalur masuk virus.
Tantangan deteksi dini muncul karena gejala awal Nipah kerap menyerupai penyakit umum sehingga berisiko menyebabkan keterlambatan diagnosis.
Pemerintah Perkuat Langkah Antisipasi
Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyatakan telah meningkatkan kewaspadaan nasional.
Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans sindromik di pintu masuk negara dan fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemerintah juga mensosialisasikan pedoman pencegahan kepada dinas kesehatan daerah serta mengimbau masyarakat menghindari kontak dengan hewan liar.
Masyarakat juga diminta mencuci buah hingga bersih sebelum dikonsumsi untuk mencegah risiko kontaminasi.

