SulawesiPos.com – Sebanyak 40 peserta Pelatihan SMK Go Global Batch I Gelombang I bidang Operation Production dinyatakan siap diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan di Makassar.
Program tersebut merupakan kolaborasi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan bersama Politeknik ATI Makassar. Penutupan pelatihan digelar di Aula Politeknik ATI Makassar, Jumat (18/9/2026).
Puluhan peserta tersebut terbagi dalam dua kelas. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tenaga kerja terampil dan berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja global.
Penutupan pelatihan dihadiri Direktur Jenderal Promosi KP2MI Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak., yang hadir secara daring, Direktur Politeknik ATI Makassar Ir. Muhammad Basri, M.M., IPU., ASEAN Eng., Kepala BP3MI Sulawesi Selatan Fanny Wahyu Kurniawan, S.Kom., serta tamu undangan dan seluruh peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Dirjen Promosi KP2MI Dwi Setiawan Susanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut.
“BP3MI Sulawesi Selatan merupakan BP3MI yang unggul yang mampu bersinergi dalam mempersiapkan pekerja migran yang profesional, disiplin, tangguh sesuai dengan kebutuhan global. Dengan adanya peningkatan kapasitas ini diharapkan peserta memperoleh manfaat yang bagus serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan bersama membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri, mengungkapkan rasa syukur atas kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama dalam menyiapkan tenaga kerja untuk pasar global dapat terus berlanjut.
“Politeknik ATI Makassar sangat bersyukur dengan adanya program kegiatan ini, peserta pelatihan dapat dipersiapkan untuk mengarungi dunia kerja global, diharapkan kerja sama ini akan terus berlanjut ke depannya,” kata Basri.
Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan program SMK Go Global merupakan bagian dari pelindungan menyeluruh yang diberikan pemerintah kepada calon pekerja migran Indonesia.
“Program ini termasuk dalam pelindungan yang menyeluruh dari pemerintah baik masa pra, masa kerja, dan purna karena sudah sesuai dengan prosedur sehingga Bapak/Ibu yang anaknya ingin mengikuti program ini tidak perlu khawatir,” ujar Fanny.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya membekali peserta dengan kemampuan teknis. Peserta juga dipersiapkan dari sisi mental, kedisiplinan, dan pemahaman terhadap budaya kerja di luar negeri.
“Peluang kerja terbuka luas, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keahlian serta mengajarkan mental disiplin serta budaya kerja luar negeri,” tutupnya.
Melalui program SMK Go Global, BP3MI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam penempatan pekerja migran Indonesia secara prosedural.
Program tersebut diharapkan dapat membuka akses kerja ke luar negeri sekaligus memastikan calon pekerja migran memperoleh pembekalan sebelum memasuki dunia kerja global.


