SulawesiPos.com – Sebanyak 80 peserta di Sulawesi Selatan mulai mengikuti pelatihan program SMK Go Global yang disiapkan untuk meningkatkan kompetensi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Program yang digagas Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Kementerian Perindustrian itu resmi dimulai secara hybrid pada Rabu (26/8/2026).
Pelatihan batch pertama di Sulsel dilaksanakan di dua lokasi, yakni Universitas Negeri Makassar dan Politeknik ATI Makassar.
Pelaksanaan diikuti Kepala BP3MI Sulsel, Fanny Wahyu Kurniawan dan Direktur Politeknik ATI Makassar, Muhammad Basri secara daring bersama seluruh peserta.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan lulusan SMK dengan kompetensi, sertifikasi, dan etos kerja yang dibutuhkan sebelum memasuki pasar kerja global.
Menteri KP2MI Mukhtarudin mengatakan, SMK Go Global merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyiapkan PMI yang profesional, terlindungi, dan memiliki daya saing internasional.
“Dengan dibentuknya KP2MI yang sebelumnya BP2MI, ini menunjukkan keseriusan Presiden dalam mendukung pekerja migran. Kita ingin menyiapkan PMI yang unggul, profesional, terlindungi, dan berdaya saing di tingkat global,” ujar Mukhtaruddin.
Pelatihan SMK Go Global sepenuhnya dibiayai negara sehingga peserta tidak dikenakan biaya. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan penempatan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon PMI.
Selain itu, perlindungan peserta diberikan sejak tahap pra-penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga setelah kembali ke Indonesia.
Skema tersebut disoapkan agar calon PMI memiliki keterampilan kerja dan memahami aspek perlindungan dalam proses migrasi kerja.
Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan menegaskan pihaknya menggandeng balai diklat dan pelatihan di Sulsel untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur.
“BP3MI Sulsel mendukung penuh program SMK Go Global. Kami bekerja sama dengan balai diklat dan pelatihan yang ada di Sulsel untuk memastikan adik-adik kita dibekali kompetensi, sertifikasi, dan etos kerja sebelum diberangkatkan. Tujuannya satu melahirkan PMI yang unggul dan terlindungi,” jelas Fanny.
Kick off batch pertama dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan pusat kegiatan di Balai Diklat Industri Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran KP2MI, Kementerian Perindustrian, Kemenko PMK, DPR RI, tim Satgas Percepatan SMK Go Global, BP3MI, serta pemerintah daerah.
Pendaftaran batch pertama kini telah ditutup. Namun, masyarakat yang belum sempat mengikuti pendaftaran masih dapat memanfaatkan kesempatan pada batch berikutnya.
“Bagi yang belum mendaftar jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan di batch selanjutnya. Bagi yang belum lolos, tetap semangat dan terus tingkatkan kompetensi,” pungkas Fanny.


