BBM Langka di Makassar Bikin Driver Ojol Harus Berhemat, Ada yang Pilih Cancel Order

SulawesiPos.com – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar dan sekitarnya belakangan mengular. Kondisi tersebut turut dirasakan pengemudi ojek online (ojol) yang sebagian besar masih mengandalkan sepeda motor berbahan bakar bensin untuk bekerja.

Fahmi (30), salah seorang driver ojol di Makassar, mengatakan kondisi ketersediaan BBM sangat berpengaruh terhadap aktivitas pengemudi ojol.

Menurutnya, kebutuhan BBM menjadi bagian penting dalam menunjang pekerjaan para driver setiap hari.

“Ya buat driver ojol sendiri, sudah pasti dirasakan. Artinya, kita tahu ada ribuan lah driver di Sulawesi Selatan yang mungkin sekitar masih sekitaran 80% driver masih menggunakan motor dengan bensin,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Selasa (8/9/2026) malam.

Fahmi mengatakan BBM tidak hanya dibutuhkan untuk menunjang mobilitas pengemudi ojol, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat secara luas.

Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Akan dibutuhkan sekali BBM, cuman kelangkaan ini ya saya harapannya semoga pemerintah bisa ada perhatian di terhadap distribusi BBM yang lebih tepat gitu. Artinya ya kita tahu sendiri situasi toh, kehidupan masyarakat bergerak menggunakan kendaraan itu sudah pasti,” ucapnya.

BACA JUGA:  Menunggu Orderan, Ojol di Gowa Tewas Ditabrak Innova

Ia juga menilai kebutuhan terhadap BBM masih cukup besar meskipun kendaraan listrik mulai digunakan masyarakat.

Menurut Fahmi, penggunaan BBM tidak terbatas untuk kendaraan karena masih berkaitan dengan berbagai kebutuhan lainnya.

“Walaupun sekarang sudah ada kendaraan listrik, ya tetap kita butuh BBM, bukan hanya untuk kendaraan saja.
Banyak hal lain yang dibutuhkan, itu, baik itu bahan bakar, keperluan rumah tangga juga pasti ada bensin juga kan,” sebutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Fahmi berharap Makassar memiliki perusahaan penyedia BBM swasta seperti yang tersedia di sejumlah kota lain di Indonesia.

“Saya juga berharap satu hal lagi, semoga di Makassar ada perusahaan BBM swasta lah, contoh kayak di Jakarta,” katanya.

Menurut Fahmi, keberadaan perusahaan BBM swasta dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Ia menilai Makassar sebagai salah satu kota besar seharusnya memiliki lebih banyak pilihan penyedia BBM.

“Kita tahu sendiri Makassar kan kota terbesar kelima di Indonesia, masa kota lain bisa, saya kan dari Jakarta juga, masa kota lain ada, tersedia Shell atau apa, masa kita di sini tidak ada begitu. Artinya kota ini juga walaupun kotanya cuman penduduknya cuma 1 juta, tapi ramainya sama sama ramainya dengan Surabaya begitu ya. Otomatis kan kebutuhan bensin pasti lebih tinggi juga,” tuturnya.

BACA JUGA:  BBM Bersubsidi Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia dan Penimbunan

SulawesiPos.com – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar dan sekitarnya belakangan mengular. Kondisi tersebut turut dirasakan pengemudi ojek online (ojol) yang sebagian besar masih mengandalkan sepeda motor berbahan bakar bensin untuk bekerja.

Fahmi (30), salah seorang driver ojol di Makassar, mengatakan kondisi ketersediaan BBM sangat berpengaruh terhadap aktivitas pengemudi ojol.

Menurutnya, kebutuhan BBM menjadi bagian penting dalam menunjang pekerjaan para driver setiap hari.

“Ya buat driver ojol sendiri, sudah pasti dirasakan. Artinya, kita tahu ada ribuan lah driver di Sulawesi Selatan yang mungkin sekitar masih sekitaran 80% driver masih menggunakan motor dengan bensin,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Selasa (8/9/2026) malam.

Fahmi mengatakan BBM tidak hanya dibutuhkan untuk menunjang mobilitas pengemudi ojol, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas masyarakat secara luas.

Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian terhadap distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Akan dibutuhkan sekali BBM, cuman kelangkaan ini ya saya harapannya semoga pemerintah bisa ada perhatian di terhadap distribusi BBM yang lebih tepat gitu. Artinya ya kita tahu sendiri situasi toh, kehidupan masyarakat bergerak menggunakan kendaraan itu sudah pasti,” ucapnya.

BACA JUGA:  BBM Bersubsidi Langka di Makassar, Polda Sulsel Selidiki Dugaan Mafia dan Penimbunan

Ia juga menilai kebutuhan terhadap BBM masih cukup besar meskipun kendaraan listrik mulai digunakan masyarakat.

Menurut Fahmi, penggunaan BBM tidak terbatas untuk kendaraan karena masih berkaitan dengan berbagai kebutuhan lainnya.

“Walaupun sekarang sudah ada kendaraan listrik, ya tetap kita butuh BBM, bukan hanya untuk kendaraan saja.
Banyak hal lain yang dibutuhkan, itu, baik itu bahan bakar, keperluan rumah tangga juga pasti ada bensin juga kan,” sebutnya.

Di tengah kondisi tersebut, Fahmi berharap Makassar memiliki perusahaan penyedia BBM swasta seperti yang tersedia di sejumlah kota lain di Indonesia.

“Saya juga berharap satu hal lagi, semoga di Makassar ada perusahaan BBM swasta lah, contoh kayak di Jakarta,” katanya.

Menurut Fahmi, keberadaan perusahaan BBM swasta dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.

Ia menilai Makassar sebagai salah satu kota besar seharusnya memiliki lebih banyak pilihan penyedia BBM.

“Kita tahu sendiri Makassar kan kota terbesar kelima di Indonesia, masa kota lain bisa, saya kan dari Jakarta juga, masa kota lain ada, tersedia Shell atau apa, masa kita di sini tidak ada begitu. Artinya kota ini juga walaupun kotanya cuman penduduknya cuma 1 juta, tapi ramainya sama sama ramainya dengan Surabaya begitu ya. Otomatis kan kebutuhan bensin pasti lebih tinggi juga,” tuturnya.

BACA JUGA:  Antrean BBM Mengular di Makassar, Pertamina: Bukan Langka tapi Panic Buying

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru