Kondisi antrean BBM juga berdampak langsung terhadap pola kerja para driver ojol.
Fahmi menyebut pengemudi harus melakukan penghematan bahan bakar, termasuk mempertimbangkan orderan yang masuk ketika persediaan bensin mulai menipis.
“Kalau kelangkaan begini ya, mau tidak mau kita harus berhemat efisiensi dari segi orderan juga, artinya banyak driver yang mau tidak mau meng-cancel kalau bensinnya sudah menipis,” ujarnya.
Tak hanya mengurangi orderan, sejumlah driver bahkan memilih berhenti sementara untuk menghemat penggunaan BBM.
Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sembari menunggu kondisi motor kembali lebih dingin.
“Jadi, mereka menunggu di mana ada tempat pembuangan atau apa, mereka istirahat, ada juga yang istirahat, kasih dingin motornya supaya efisiensi BBM begitulah,” katanya.
Menurut Fahmi, kondisi tersebut pada akhirnya memberikan kerugian bagi driver ojol.
Selain berkurangnya orderan, waktu kerja mereka juga ikut terbuang karena harus mengatur penggunaan bahan bakar.
“Jadi, kita banyak kerugian juga, jadi dari segi orderan, dari segi ya waktu juga, artinya kan kita semua kan capek. Intinya kan capek, badan kita kan capek begini ya,” keluhnya.
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan BBM di Kota Makassar dan sekitarnya dalam kondisi aman dan tercukupi.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan antrean panjang di sejumlah SPBU bukan disebabkan kelangkaan stok.
Menurutnya, kondisi tersebut lebih dipengaruhi peningkatan permintaan secara bersamaan akibat kepanikan masyarakat.
“Sebenarnya tidak ada kelangkaan. Stok BBM kami pastikan sangat mencukupi. Kondisi yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh panic buying, di mana masyarakat berbondong-bondong datang ke SPBU dalam waktu yang bersamaan,” ungkap Lilik.
Pertamina menyebut fenomena panic buying semakin terakselerasi akibat beredarnya sejumlah isu di tengah masyarakat.
Salah satunya rumor mengenai pemadaman listrik berkepanjangan dan spekulasi kelangkaan energi.
Isu tersebut kemudian memicu sebagian masyarakat melakukan pembelian BBM dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal.

