SulawesiPos.com – Kemarau panjang membuat persoalan air bersih menjadi perhatian serius di Kota Makassar. Pemerintah kota tidak hanya mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki, tetapi juga memperkuat sumber air dengan menambah 18 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sumur bor di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika sumber air semakin terbatas.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan penambahan SPAM menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap air bersih selama musim kemarau.
“Di musim kemarau ini kami berupaya agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar air bersih dengan sejumlah upaya yang kita siapkan, salah satunya lewat SPAM,” kata dia.
Air Bersih Didistribusikan ke Puluhan Titik Setiap Hari
Selain memperkuat sumber air melalui SPAM, Pemkot Makassar juga mengandalkan distribusi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Kota Makassar terus dikerahkan untuk menyalurkan air bersih ke sekitar 50 hingga 60 titik setiap hari.
Upaya tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.
Pemkot juga melakukan intervensi terhadap sumber-sumber air yang masih tersedia di tengah masyarakat. Sumber tersebut diupayakan agar dapat berfungsi secara maksimal dan menjangkau lebih banyak warga.
Munafri mencontohkan kondisi sebuah wilayah yang hanya mengandalkan satu mesin untuk memenuhi kebutuhan air dua RW. Pemerintah kemudian berupaya menambah mesin agar kapasitas distribusi dapat ditingkatkan.
“Kami bantu untuk secepatnya memberikan mesin baru karena cuma satu mesin jalan 24 jam untuk cover dua RW. Ini kami coba cepat untuk mengintervensi hal-hal yang seperti ini,” katanya.
Menurut Munafri, pemerintah akan terus mencari dan mengoptimalkan sumber air yang masih dapat dimanfaatkan.
“Di mana ada sumber-sumber air yang maksimal, langsung kita intervensi supaya kebutuhan air ini bisa terdistribusi dengan baik,” katanya.
Tak Hanya Mesin dan Sumur Bor, Pemkot Gelar Salat Istisqa
Upaya menghadapi krisis air di Makassar tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teknis.
Pemkot Makassar juga mengambil langkah spiritual dengan menggelar salat istisqa bersama ribuan masyarakat di Masjid Al Markaz Al Islami.
Salat istisqa merupakan ikhtiar untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar Mohammad Syarief mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk penghambaan sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar hujan segera turun.
“Tujuan utama dari salat istisqa adalah memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah yang mengalami kemarau panjang, termasuk Makassar, kekeringan atau krisis air bersih,” kata Syarief.
Salat istisqa tersebut menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar Pemkot Makassar menghadapi dampak kemarau panjang yang mulai menekan ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Di satu sisi, pemerintah memperkuat infrastruktur dan distribusi air dengan SPAM, sumur bor, mesin pompa, serta pengerahan armada untuk menyuplai air ke permukiman warga.
Di sisi lain, ribuan warga bersama pemerintah memanjatkan doa agar hujan segera turun dan mengakhiri kemarau.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya memastikan krisis air tidak semakin meluas sekaligus menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

