SulawesiPos.com – Duka mendalam menyelimuti warga Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Momen bahagia usai mengantarkan rombongan pengantin berubah drastis menjadi sebuah tragedi memilukan setelah terjadi kecelakaan maut beruntun di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Minggu siang, 12 Juli 2026. Insiden tragis tersebut dilaporkan merenggut belasan korban jiwa.
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sebuah mobil pikap (bak terbuka) berpenumpang rombongan warga dan truk besar ini sempat dilaporkan menelan 13 korban jiwa.
Namun, Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu kini secara resmi memperbarui data penanganan korban di lapangan setelah proses pendataan seluruh korban selesai dilakukan.
Polisi Koreksi Data: 12 Orang Meninggal Dunia, Tersebar di Dua RS
Koreksi dan pembaruan data korban tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, pada Senin, 13 Juli 2026.
Berdasarkan hasil pendataan ulang yang dilakukan oleh petugas kepolisian, total korban meninggal dunia dipastikan berjumlah 12 orang dari keseluruhan 18 penumpang yang berada di dalam mobil pikap tersebut.
Pihak kepolisian merinci sebaran lokasi meninggalnya para korban. Sebanyak tiga orang dinyatakan tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka berat.
Sementara itu, empat korban meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di RS Mitra Plumbon Widasari, dan enam lainnya mengembuskan napas terakhir di RS Bhayangkara Losarang.
Untuk korban yang mengalami luka-luka, petugas bersama warga langsung mengevakuasi mereka ke kedua rumah sakit tersebut guna mendapatkan perawatan intensif.
Identitas Korban Tewas Mulai Teridentifikasi
Sebagian besar dari korban yang meninggal dunia merupakan satu ikatan tetangga dan kerabat yang berasal dari Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan bahwa mayoritas korban dalam tragedi ini adalah warganya.
Menurut Rawid, rombongan tersebut baru saja dalam perjalanan pulang usai mengantarkan pengantin ke Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Dari total korban jiwa, delapan korban tewas yang teridentifikasi berasal dari wilayah Desa Cempeh masing-masing bernama Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, serta Warsidi yang diketahui bertindak sebagai pengemudi mobil pikap.
Selain delapan warga dari Desa Cempeh tersebut, tiga korban meninggal dunia lainnya diketahui berasal dari Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.
Sementara beberapa korban tewas lainnya dilaporkan masih berada dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Kronologi Lengkap Kecelakaan Karambol
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah TKP, berikut adalah kronologi lengkap peristiwa nahas tersebut:
- Perjalanan Pulang Rombongan: Kecelakaan bermula saat mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB yang dikemudikan oleh Warsidi membawa rombongan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Rombongan tersebut baru saja selesai menghadiri dan mengantarkan acara hajatan pernikahan (pengantin) dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.
- Proses Putar Balik di U-Turn: Sesampainya di Jalur Pantura, tepatnya di kawasan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, mobil pikap tersebut hendak berpindah jalur dengan memanfaatkan titik putar balik (U-turn) yang ada di lokasi.
- Hantaman Tronton dari Belakang: Saat posisi mobil pikap sedang berproses atau mengantre untuk berputar arah, sebuah truk tronton bernomor polisi B 9260 TEV yang dikemudikan Deden Ibad melaju searah dari belakang. Truk tronton tersebut gagal mengantisipasi pergerakan pikap di depannya dan langsung menghantam bagian belakang mobil pikap dengan kecepatan tinggi serta benturan yang sangat keras. Akibatnya, penumpang di bak terbuka langsung terpental ke badan jalan.
- Efek Beruntun Karambol: Hantaman keras dari truk tronton pertama mendorong mobil pikap ke jalur berlawanan hingga memicu tabrakan beruntun susulan yang melibatkan satu unit truk tronton besar lainnya dari arah depan. Akibat terjepit di antara kendaraan-kendaraan besar tersebut, mobil pikap rombongan langsung ringsek parah.
Pernyataan Resmi Kepolisian dan Olah TKP Lanjutan
Guna memastikan detail penyebab utama serta unsur kelalaian dalam kecelakaan ini, petugas Satlantas Polres Indramayu bersama Subdit Gakkum Polda Jabar langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Senin pagi.
Kasat Lantas Polres Indramayu, AKP Undang Syarif Hidayat, menegaskan bahwa proses investigasi teknis masih terus berjalan secara intensif melalui perwakilan pihak kepolisian di lapangan.
“Pihak Satlantas Polres Indramayu saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut dan mendalam untuk memastikan penyebab utama, serta unsur kelalaian di balik kecelakaan maut ini,” ujar perwakilan pihak kepolisian setempat.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Jalur Pantura, khususnya di titik-titik rawan seperti area putar balik (U-turn) kawasan Kiajaran Kulon, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan ekstra dan menjaga jarak aman kendaraan demi menghindari insiden serupa,” tambahnya mempertegas pesan keselamatan di jalan raya.
Tragedi memilukan di ruas Pantura Indramayu ini kembali menyita perhatian publik sekaligus menyorot tajam tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur padat antarkota tersebut, terutama di area perpindahan jalur kendaraan.


