SulawesiPos.com – Memasuki periode kemarau berkepanjangan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar menyiapkan langkah mitigasi dengan mengaktifkan tujuh posko siaga di sejumlah titik strategis.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Fadli Wellang, menyampaikan bahwa pendirian posko tersebut difokuskan pada dua potensi risiko utama yang kerap meningkat saat musim kering, yakni kebakaran dan krisis air bersih.
“Dengan kondisi memasuki musim kering yang berkepanjangan, kami membentuk posko khusus. Ada dua potensi yang paling kita jaga yaitu bahaya kebakaran dan kekeringan,” ujar Fadli, Rabu (15/4/2026).
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya terhadap lahan kosong yang rawan terbakar akibat suhu tinggi.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah dan puntung rokok sembarangan di area terbuka sangat berisiko memicu kebakaran.
“Kami menghimbau masyarakat untuk betul-betul menjaga jangan sampai lalai. Suhu yang cukup tinggi bisa mengakibatkan benda mudah terbakar. Apalagi lahan kosong sering dijadikan tempat membuang sampah dan puntung rokok, ini sangat berbahaya,” jelasnya.
Damkar Makassar juga mengajak unsur pemerintah wilayah, mulai dari camat, lurah, hingga RT dan RW, agar proaktif melakukan pengawasan di lingkungannya masing-masing guna mencegah kebakaran sejak dini.
Armada Disiagakan, Air Bersih hingga Tantangan Teknologi Baru
Selain mengantisipasi kebakaran, Damkar turut menyiapkan armada untuk membantu penyaluran air bersih bersama PDAM ke wilayah yang terdampak kekeringan.
“Kami akan back up PDAM dengan armada yang ada. Namun tetap ada tim yang standby untuk mengantisipasi kejadian darurat kebakaran,” kata Fadli.
Sebanyak tujuh posko siaga diaktifkan dan akan beroperasi penuh selama musim kemarau.
“Semua posko ini kami aktifkan untuk menghadapi musim kemarau panjang,” tegasnya.
Dalam jangka panjang, Damkar Makassar juga menyiapkan langkah modernisasi peralatan.
Fadli menyoroti kebutuhan kendaraan khusus untuk pemadaman gedung bertingkat serta penanganan kebakaran baterai lithium pada kendaraan listrik.
“Kebakaran baterai lithium tidak bisa dipadamkan dengan air, tapi menggunakan blanket khusus. Ini yang sedang kami antisipasi,” jelasnya.
Selain itu, kebutuhan fire boat juga menjadi perhatian, mengingat wilayah pesisir Makassar dan pulau-pulau sekitarnya saat ini masih dilayani dengan perahu karet.
“Kita butuh peralatan yang sesuai dengan perkembangan kota. Semakin maju kota, semakin kompleks tantangan kebakaran,” tambah Fadli.
Dengan pengaktifan posko, dukungan armada, serta rencana peningkatan sarana dan prasarana, Damkar Makassar berharap mampu memberikan perlindungan optimal bagi warga selama musim kemarau.
“Kami akan terus berupaya menjaga keamanan warga, baik dari ancaman kebakaran maupun kesulitan air bersih. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat Makassar,” tutupnya.
Daftar Tujuh Posko Damkar Makassar:
- Posko Utama Mako Jalan Ratulangi
- Posko Karang
- Posko Ujung Tanah
- Posko KIMA Tamalanrea
- Posko BTP Timur
- Posko Manggala
- Posko Tambahan Manggala

