Overview
- Nelayan bernama Yanto ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hilang di perairan Pantai Bosowa, Makassar.
- Korban diduga terseret arus laut saat memasang jaring ikan bersama pamannya di tengah cuaca ekstrem.
- Proses pencarian melibatkan tim gabungan dan sempat terkendala ombak tinggi serta angin kencang.
SulawesiPos.com – Seorang nelayan bernama Yanto (35) ditemukan meninggal setelah dilaporkan hilang di perairan Pantai Bosowa, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Korban diduga terseret arus laut saat tengah memasang jaring ikan di laut.
“Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) oleh tim gabungan BPBD, Damkarmat, TNI-Polri, serta masyarakat setempat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Makassar M Fadli Tahar, Senin (2/2/2026).
Yanto dilaporkan tenggelam di kawasan Pantai Bosowa pada pagi hari, dan jenazahnya berhasil ditemukan tim SAR sekitar pukul 11.50 Wita.
“Korban tenggelam atas nama Yanto, seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat sedang memasang jaring di perairan laut,” jelas Fadli.
Proses pencarian sempat terkendala cuaca ekstrem, dengan ombak tinggi dan angin kencang di lokasi pencarian.
“Selama pelaksanaan operasi pencarian, tim menghadapi tantangan cuaca yang cukup berat, terutama ombak tinggi dan angin kencang. Namun berkat sinergi dan kerja sama seluruh unsur di lapangan, proses pencarian dapat diselesaikan,” tambahnya.
Jenazah korban dievakuasi ke daratan dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
“Selanjutnya, korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” imbuh Fadli.
Arus Laut Tiba-tiba Menguat saat Memasang Jaring
Awalnya, Yanto bersama pamannya sedang memasang jaring di perairan Pantai Bosowa.
Saat kegiatan berlangsung, keduanya diduga tidak menyadari kuatnya arus dan ombak, sehingga secara tiba-tiba terseret ke tengah laut.
“Paman korban berhasil menyelamatkan diri dan kembali ke tepi pantai. Namun naas, ponakannya terseret ombak lebih jauh dan menghilang dari pandangan,” ungkap Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.
Paman korban segera meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian ke Damkarmat Kota Makassar.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan ke pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.
BPBD Imbau Nelayan Waspada dengan Cuaca Ekstrem
Sebab kondisi ini, BPBD Kota Makassar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di perairan pantai, khususnya bagi nelayan.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan selalu mengutamakan keselamatan saat melaut,” kata Fadli.
Adapun untuk panduan 3 hari ke depan agar lebih berhati-hati, berikut prakiraan kondisi cuaca ekstrem di Makassar dikutip dari keterangan resmi BMKG:
Kota Makassar pada 3–4 Februari 2026 ditetapkan berstatus siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Sementara itu, pada 5 Februari 2026, kondisi cuaca di Makassar berada pada status waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Selain hujan lebat, BMKG juga mengimbau masyarakat di Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, untuk mewaspadai potensi angin kencang.
“Waspadai potensi peningkatan intensitas curah hujan yang dapat disertai kilat/petir hingga angin kencang,” tulis keterangan BMKG dalam akun resminya.

