Overview
-
Mantou Parepare merupakan roti kukus Tionghoa yang kini menjadi kuliner khas dan favorit oleh-oleh di kota tersebut.
-
Roti ini diproduksi oleh usaha rumah tangga lokal, memadukan tradisi Tionghoa dengan inovasi pemasaran modern.
-
Legenda dan sejarah Mantou menambah nilai budaya sekaligus menarik perhatian wisatawan dan masyarakat lokal.
SulawesiPos.com – Kota Niaga Parepare, Sulawesi Selatan, dikenal tidak hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga sebagai kota yang menumbuhkan berbagai usaha rumah tangga atau home industry.
Salah satu yang menonjol adalah produksi Roti Mantou, penganan khas Tionghoa yang kini menjadi salah satu ikon kuliner kota ini.
Sejarah dan Karakter Roti Mantou
Mantou adalah roti kukus bulat yang awalnya populer di Tiongkok bagian utara sebagai makanan pokok.
Berbeda dengan bao atau baozi, Mantou umumnya disajikan polos tanpa isian, meski kini ada variasi digoreng atau dicelup ke susu kental.
Teksturnya lembut, kaya karbohidrat, mudah dicerna, dan praktis dibawa, membuatnya cocok sebagai camilan atau pendamping teh dan kopi.
Di Parepare, Mantou dikenal dengan bentuk putihnya menyerupai tahu kukus, berbeda dari roti pada umumnya.
Aroma khas saat digoreng menambah daya tarik bagi wisatawan maupun penduduk lokal. Roti ini bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi oleh-oleh favorit bagi pengunjung Sulawesi Selatan.
Cerita Tradisional di Balik Mantou
Roti Mantou masuk ke Parepare melalui komunitas Tionghoa yang telah lama berdomisili di kota ini. Sejak 2007, Mantou mulai populer dan menjadi kuliner khas yang sulit ditemukan di kota lain di Indonesia.
Meskipun pencetus awal usaha tidak tercatat jelas, keberadaan komunitas Tionghoa memberikan fondasi kuat bagi pelestarian kuliner ini.
Menurut legenda Tiongkok kuno, Mantou awalnya terinspirasi dari bentuk kepala manusia sebagai strategi perang oleh panglima Zhuge Liang.

